MURID sudah sepatutnya berlaku hormat dan sopan kepada guru. Tapi, pemahaman dasar ini tak berlaku bagi murid-murid di Dumka, negara bagian Jharkhand, India ini.
Pasalnya, alih-alih menghormati sang guru, sejumlah siswa malah tega mengerjai sang guru bahkan disertai dengan Tindakan kekerasan.
Belahan siswa di Scheduled Tribe Residential School, diberitakan tega mengikat gurunya dan sdua orang pegawai sekolah di satu pohon dan memukuli ketiganya. Insiden terjadi, disebutkan karena murid-murid tersebut kesal setelah mendapat nilai jelek dalam ujian, seperti dilapor Odditycentral, Minggu (11/9/2022).
Murid-murid tersebut mengelabui sang guru Matematika bernama Suman Kumar dan pegawai sekolah, Soneram Chaure dengan dalih ingin mendiskusikan nilai mereka pada ujian Kelas 9 baru-baru ini. Tapi, guru dan dua orang pegawai sekolah itu justru dikepung dan diikat ke sebuah pohon lalu dipukuli sebagai sasaran kemarahan murid-murid yang kesal akan nilai sangat buruk dari guru mereka tersebut.
Foto-foto dan video kejadian pun viral beredar di media sosial, memperlihatkan tiga orang pria yang diikat ke pohon dengan tali merah dan puluhan siswa laki-laki berkeliaran mengelilingi dengan membawa tongkat kayu tebal.
Tak lama setelah viral, polisi setempat langsung bergegas untuk menyelidiki kasus ini. Sampai di lokasi kejadian, polisi menemukan bahwa para korban memang diserang secara fisik oleh para siswa yang marah. Bahkan salah satu korban yang kepalanya sampai diperban, mengaku dirinya dipukul dengan tongkat pemukul.
Para murid yang marah dan dendam, merasa Suman sebagai guru dan Soneram sebagai petugas yang mengunggah nilai ke laman website resmi sekolah harus bertanggung jawab.
Suman menyebutkan, nilai rendah yang didapat para murid, karena nilai praktik tidak disertakan di dalamnya. Sebab, untuk nilai tersebut, adalah wewenang kepala sekolah.
“Itu terjadi karena nilai praktik mereka tidak dimasukkan, yang mana harus dilakukan oleh kepala sekolah. Jadi kami tidak bisa mengambil langkah apa pun dalam hal ini," kata Suman.
Meski sudah ada bukti kuat terjadi tindak kekerasan dan penganiayaan, kabarnya pihak sekolah memutuskan untuk tidak mengajukan pengaduan terhadap para siswa yang terlibat karena mencemaskan masa depan dan karir para siswa. Sejauh ini, masih belum jelas hukuman apa yang kelak akan didapatkan para siswa,
BACA JUGA:Viral Guru Honorer Bergaji Rp200 Ribu Belikan Muridnya Dasi, Netizen Terharu: Semoga Jadi PNS
BACA JUGA:Viral Ibu-ibu Makan Pakai Kuku yang Sangat Panjang sebagai Ganti Sendok Garpu
(Rizky Pradita Ananda)