PELAKU seks bebas, termasuk yang doyan Sleepover date atau kencan berakhir dengan menginap, apalagi dengan berganti-ganti pasangan rentan terkena penyakit seksual menular (PMS).
Apalagi PMS pada umumnya ditularkan melalui hubungan seksual tidak aman. Penyebaran dapat terjadi melalui sperma, darah, cairan vagina dan cairan tubuh yang lainnya.

Penyakit menular seksual disebabkan oleh agen penyebab penyakit seperti bakteri. Nah, berikut ini bakteri penyebab penyakit kelamin apa saja?
1. Chlamydia Trachomatis
Bakteri Chlamydia Trachomatis menjadi penyebab penyakit kelamin yang terjadi pada pria dan wanita bernama klamidia. Orang yang terinfeksi penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti terbakar pada bagian kelaminnya ketika hendak buang air kecil serta keluarnya cairan hijau atau kuning pada alat vital pria. Sedangkan pada wanita akan merasakan nyeri pada perut secara berlebihan dan keputihan.
Bakteri Chlamydia Trachomatis tidak hanya menyerang kelamin tertapi juga anggota tubuh lainnya seperti tenggorokan, anus dan mata. Penyakit ini bisa disebabkan karena berhubungan intim lebih dari satu pasangan, berhubungan seksual sebelum berusia 18 tahun dan menggunakan alat yang tidak bersih saat berhubungan intim.
BACA JUGA:Sleepover Date dengan Teman Kencan Berbeda-beda, Ingat Vaksin HIV Belum Ada Lho!
2. Neisseria gonorrhoeae
Masyarakat mungkin sudah tidak asing dengan penyakit gonore atau penyakit kencing nanah yang terjadi pada pria dan wanita. Penyakit gonore sendiri disebabkan oleh bakteri neisseria gonorrhoeae yang bisa menular melalui hubungan seksual baik melalui vaginal, oral atau anal.
Seseorang mengidap penyakit gonore bisa dilihat dari gejala yang ditimbulkannya seperti keputihan berlebihan pada wanita, alat kelamin mengeluarkan cairan kuning atau kehijauan, vagina mengalami pendarahan dan terasa sensasi terbakar saat buang air kecil.
Kendati demikian gejala tersebut tidak akan langsung muncul pada awal terinfeksi, Infeksi akan terjadi setelah 2 sampai 30 hari setelah terpapar. Untuk membuktikan seseorang terinfeksi bakteri neisseria gonorrhoeae harus melalui tes urin, tes darah dan bagi wanita bisa menggunakan alat tes gonore dan bisa melakukannya di rumah.