ATURAN protokol kesehatan (Prokes) pandemi Covid-19 seperti menggunakan masker kini mulai ditinggalkan secara perlahan. Dimulai di negara-negara Barat, kini aturan memakai masker juga sudah merambah ke wilayah Asia.
Salah satunya, diketahui sudah mulai diberlakukan di beberapa negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Apakah pelonggaran prokes terkait masker ini, akan bisa segera diikuti oleh Indonesia?
Well, menurut kacamata para ahli kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), boleh untuk tidak menggunakan masker sejauh ini belum direkomendasikan. Mengingat, kasus Covid-19 di Indonesia dinilai masih mengalami kenaikan.
Sehingga kewaspadaan tinggi dengan aturan prokes masih tetap sangat perlu dilakukan.
"Kalau sekarang dari data yang ada peningkatan kasus. Kita belum merekomendasikan ke arah sana. Artinya kita masih harus menggunakan masker sambil kita lihat perkembangannya," ungkap Dr. Adib Khumaidi, SpOT, Ketua IDI kala ditemui di Gedung Dr R Soeharto, Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril mengatakan bahwa masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Baik selama ada atau tidaknya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia.
"PPKM itu akan hanya alat saja ya. Jadi kalau kita lihat PPKM 1 atau 2 apakah sudah bebas semua?, Enggak. Orang tetap harus pakai terus masker, tetap prokes sampai terkendali betul," tandas dr. Syahril
BACA JUGA:Berpengaruh pada Pembelajaran di Sekolah, Singapura Longgarkan Kewajiban Pakai Masker
BACA JUGA: Jokowi Minta Masyarakat Pakai Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Itu Senjata Paling Ampuh
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.