KENAIKAN harga BBM yang dimulai sejak 3 September 2022, secara otomatis akan memengaruhi harga komoditi kebutuhan hidup lainnya, salah satunya bahan-bahan makanan pokok.
Bahkan, pedagang warteg dikabarkan akan menaikkan harga makanan imbas dari kenaikan harga BBM ini. Nah, siapa sih yang suka jika harga-harga makanan dan kebutuhan jadi melonjak naik?
Lantas bagaimana solusinya? Disampaikan Suaimi Suriady, Ketua Program Indofood Riset Nugraha (IRN), Pangan alternatif dari kearifan lokal yang bisa dijadikan makanan utama bagi masyarakat, dianggap bisa jadi salah satu solusi.
"Kekayaan alam Indonesia sangatlah luas, bnayak sebetulnya pangan dari kearifan lokal yang bisa dikembangkan menjadi sumber pangan dan berpotensi jadi sumber pangan fungsional," terang Suaimi, dalam webinar virtual belum lama ini.
Dengan hadirnya keanekaragaman pangan dari kearifan lokal di tengah masyarakat, ini bukan hanya menjadi solusi ketika ada kenaikan harga BBM seperti sekarang, tapi juga diharapkan bisa memperbaiki kesehatan masyarakat.
Terlebih, pangan yang dihasilkan berada dekat dengan lingkungan masyarakat, sehingga beberapa kendala bisa diminimalisir. Pangan alternatif pengganti nasi dari kearifan lokal itu bisa berupa ubi, pisang, sagu, kentang, hingga jagung.