Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Autisme : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Kamis, 01 September 2022 |09:49 WIB
Autisme : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko
Autisme (Foto: Happycentre)
A
A
A

AUTISME adalah sebuah kondisi medis yang sudah tidak asing di dunia kesehatan. Kondisi ini kerap terjadi oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Pengidap autisme biasanya memiliki perilaku yang berbeda dari orang-orang normal, utamanya pada aktivitas sehari-hari.

Lantas, apa itu autisme?. Simak informasi lengkapnya berikut ini. Autisme atau biasa disebut sebagai autism spectrum disorder (ASD) adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengalami kecacatan perkembangan otak dan juga saraf. Gejala serta tingkat keparahan autisme pada setiap penderitanya bisa berbeda-beda.

autisme

Namun, pengidap autisme umumnya akan memiliki gangguan perilaku, sosial, dan komunikasi. Gangguan ini juga mencakup gangguan austik, gangguan perkembangan pervasif atau PDD-NOS, childhood disintegrative disorder (CDD), dan juga sindrom asperger.

Kondisi tersebut akan menyulitkan penderita autisme dalam kehidupan sehari-hari. Seperti sulit untuk mengekspresikan diri, kesulitan dalam belajar dan memproses informasi, gangguan dalam keahlian suatu bidang, dan lain-lain. Itulah sebabnya mereka biasanya akan bergantung pada orang lain

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), autisme atau ASD bisa menyasar pada siapa saja dan umumnya 4 kali lebih besar terjadi pada anak laki-laki. 

CDC dalam lamannya menuliskan jika gejala autisme sudah bisa dilihat sejak anak-anak berusia 12 bulan hingga lebih dari 24 bulan. Gejalanya bisa berupa adanya masalah dengan cara anak berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, perilaku serta minatnya pun terbatas atau hanya mengulang-ulang, gejala lain yang bisa berupa reaksi emosional, dan lain-lain

Autisme atau ASD tidak disebabkan karena salah pola asuh  atau adanya trauma pada masa kecil.  Para ahli mempercayai jika penyebab gangguan autisme pada seseorang bisa terjadi karena adanya faktor genetik dan faktor lingkungan. 

Meski belum jelas penyabab dari autisme, namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko terjadinya gangguan. Berikut faktor resikonya:

• Jenis kelamin laki-laki yang 4 kali lebih memungkinkan terkena gangguan autis. 

• Riwayat kesehatan keluarga. Jika ada satu anggota keluarga yang mengidap austime, maka meningkatkan faktor resiko keturunan lain dari keluarga tersebut untuk mengidap gangguan yang sama. 

• Seseorang dengan gangguan medis lain, seperti sindrom X rapuh, tuberous sclerosis, sindrom rett, dan lain-lain. 

• Bayi yang lahir sangat prematur sebelum kehamilan 26 minggu. 

• Anak-anak yang lahir dari orang tua yang usianya sudah cukup berumur. 

Sampai saat ini belum ada cara untuk mencegah dan juga menyembuhkan gangguan autisme. Namun, ada beberapa metode terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala dan juga meningkatkan kemampuan penderita autisme. 

Demikian informasi mengenai autisme : gejala, penyebab, faktor risiko.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement