2. Memperburuk sakit punggung: Sangatlah normal ketika mengalami sakit punggung, kita beristirahat dan berbaring untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun, secara medis, ternyata jika mengalami sakit punggung sebaiknya kita melakukan gerakan - gerakan kecil daripada harus berbaring dan diam saja. Dari penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, tim peneliti mendapati bahwa lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk istirahat di tempat tidur, intensitas nyeri punggung akan lebih besar dan dapat menyebabkan cacat punggung.
3. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes: Menurut American College of Cardiology, menghabiskan terlalu banyak atau terlalu sedikit waktu di tempat tidur, bahkan jika itu untuk tidur, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Dijelaskan bahwa tidur berlebihan atau berbaring terlalu lama dapat menyebabkan bahaya dan risiko yang tinggi untuk masalah jantung.
Data menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur lebih dari delapan jam per malam memiliki risiko lebih besar terkena nyeri dada (angina) dan penyakit arteri koroner, suatu kondisi saat jantung tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen karena penyempitan pembuluh darah. Selain itu, berbaring dan rebahan terlalu lama juga bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes loh! Hal ini terungkap melalui studi tahun 2020 yang diterbitkan di BMJ Open, dengan hasil sebanyak 362 dari 17.000 orang dewasa paruh baya di Norwegia yang menghabiskan sembilan jam atau lebih sehari berbaring di tempat tidur mengembangkan dan membuat penyakit diabetes mereka semakin parah.
(Rizky Pradita Ananda)