"Kami akan menambah akses budaya di setiap atraksi di objek wisata," katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Muhtarom Asrori mengatakan selama ini kegiatan Dinas Pariwisata lebih pada event mendatangkan massa banyak namun bersifat sementara. Sehingga belum dapat menjadi daya ungkit pemulihan ekonomi.
Saat ini, anggaran kegiatan tersebut bersumber dari dana keistimewaan Yogyakarta. Dana keistimewaan ini sebenarnya dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur pariwisata.
"Event-event yang tidak berdampak secara ekonomi pendapatan masyarakat maupun PAD, kami mohon ditinjau kembali. Apakah perlu dilanjutkan, atau dana-dana untuk event-event bersifat sementara tanpa ada bekas, dialihkan ke infrastruktur untuk mendukung objek wisata itu," kata Asrori.
(Rizka Diputra)