Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Overthinking Bikin Kita Capek? Ini Penjelasan Ahli Otak

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Senin, 15 Agustus 2022 |09:50 WIB
Kenapa Overthinking Bikin Kita Capek? Ini Penjelasan Ahli Otak
Ilustrasi Overthinking (Foto: Times Of India)
A
A
A

KENAPA overthinking bikin kita capek salah satu pernyataan bagi sebagain orang. Overthinking juga menimbulkan rasa cemas luar biasa. Rasa cemas itu sampai membuat kita lumpuh bahkan sakit kepala akibat overthinking.

Overthinking

Dilansir dari Thenewsmen, Overthinking adalah istilah yang sering ditujukan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir. Namun jangan keliru menyamakannya dengan pemikir, orang yang bersikap seperti ini sering kali memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan.

Kenapa overthinking bikin kita capek ini bisa diketahui dengan menggunakan magnetic resonance spectroscopy (MRS). Adapun alat ini bisa memantau senyawa kimia otak selama 6 jam kerja. Alat ini mengamati dua kelompok orang yakni seseorang yang perlu berpikir keras.

Lalu seseorang yang memiliki tugas relatif lebih mudah. Kelompok yang perlu berpikir keras tampak adanya tanda-tanda kelelahan, seperti pupil melebar, lemah kontrol diri dan capek.

Dijelaskan dalam penelitian, ketika kerja kognitif yang intens berkepanjangan selama beberapa jam dapat menyebabkan senyawa kimia berpotensi beracun menumpuk di bagian otak. Hal ini dikenal sebagai korteks prefrontal.

Senyawa kimia tersebut adalah asam amino glutamat. Asam amino glutamat merupakan protein yang melimpah di otak, dan terlibat dalam banyak macam interaksi kimiawi yang terjadi di otak. Hanya saja jika senyawa kimia ini terlalu banyak dapat meracuni saraf.

Kenapa overthinking bikin kita capek bisa menimbulkan kelelahan yang dirasakan setelah berpikir keras berhubungan dengan senyawa kimia ini. Kondisi ini pada akhirnya membuat otak menganggap keadaan lelah sebagai sinyal otak agar terhindar dari efek destruktif dari akumulasi asam amino glutamat.

Dengan kata lain, kondisi ini mampu mengubah kendali otak seseorang atas pengambilan keputusan. Sehingga membuat prefrontal korteks seseorang benar-benar kewalahan dengan produk senyawa kimia beracun, yakni glutamat yang merupakan hasil dari berpikir keras.

Penyebab overthinking tidak diketahui secara pasti. Namun, sikap terlalu banyak berpikir ini biasanya ditunjukkan oleh orang yang mengidap penyakit mental, seperti gangguan kecemasan atau depresi.

Orang yang terlalu banyak berpikir umumnya tidak menyadari jika mereka memiliki sikap ini. Oleh karena itu, untuk menyadarinya mereka perlu mengenali apa saja tanda-tanda dari sikap overthinking.

Selain itu, rasa cemas buat Anda susah tidur nyenyak. Anda seringkali kesulitan membuat keputusan. Kerap menyalahkan diri saat salah ambil keputusan.

Mereka yang didiagnosa memiliki overthinking biasanya memiliki ciri-ciri seperti ini: Saat menghadapi masalah, tidak fokus untuk mencari solusinya. Sering merenungkan hal yang sama berulang-ulang. (RIN/rhs)

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement