Hal tersebut dilakukan karena eksperimen ini memiliki tantangan tersendiri dalam prosesnya, memerlukan proses modifikasi bakteri asli agar bertahan dalam usus dengan mempertimbangkan banyak faktor.
"Ini adalah tantangan bagi bakteri yang belum pernah hidup di dalam mamalia sebelumnya, yang untuk sekarang harus masuk ke mikrobioma usus dengan semua kondisi yang tidak bersahabat. Hal ini memerlukan usaha untuk mencegah penyerbu bakteri menguasainya,” kata Profesor Amir.
Namun, kondisi tersebut mampu ditangani dengan temuan dan eksperimen yang dilakukan. Profesor Amir. Bakteri yang direkayasa dengan dimasukkan gen bermanfaat maka berpotensi menghasilkan obat-obatan dan menyembuhkan penyakit.
BACA JUGA: Bagi Penderita Diabetes, Alat Ini Bisa Bantu Kurangi Kadar Gula pada Nasi
BACA JUGA:Studi: Infeksi Covid-19 Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2