Meski demikian, upaya-upaya pencegahan stunting berupa edukasi gizi yang menyasar langsung ke masyarakat perlu terus-menerus di lakukan.
Ketua Harian Yayasan Abhipraya Indonesia (YAICI) Arif Hidayat mendorong agar pemerintah dapat menyelenggarakan program-program untuk pencegahan stunting dengan melihat akar permasalahannya.
“Indonesia ini luas, dengan banyak kultur dan budaya yang berbeda. Setiap daerah juga memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda. Karena itu langkah-langkah penanganan stunting sebaiknya dilakukan dengan melihat akar permasalahan masyarakat setempat,” jelas Arif.
Lebih lanjut, Arif mengatakan hal mendasar yang perlu dilakukan adalah memastikan masyarakat teredukasi dan paham mengenai pentingnya gizi yang tepat untuk anak. Pihaknya sejak lama melakukan edukasi gizi dan memiliki perhatian terhadap persoalan stunting dan gizi buruk.
Terlebih, dengan mencuatnya polemik susu kental manis (SKM) yang membuat BPOM akhirnya mengatur penggunaan produk dengan kandungan gula yang tinggi ini ke dalam PerBPOM No 31 tahun 2018 tentang Label dan Pangan Olahan.