Kendati demikian, Profesor Emma memperingatkan bahwa belum pasti apakah virus AAV2 multak yang menyebabkan penyakit hepatitis akut misterius ataukah hanya merupakan biomarker untuk infeksi adenovirus, yang sulit dideteksi tetapi merupakan patogen utama.
Pada saat yang sama, kedua tim peneliti menegaskan tidak ada korelasi antara infeksi SARS-CoV-2 baru-baru ini atau sebelumnya sebagai penyebab langsung dari hepatitis akut. Mengingat tidak ada virus corona yang ditemukan pada organ hati pasien.
Sementara penelitian di Skotlandia menemukan, ada dua pertiga pasien memiliki antibodi terhadap virus corona. Deirdre Kelly, seorang profesor hepatologi pediatrik di University of Birmingham mengatakan situasi seperti ini memang masuk akal.
"Saya pikir ini adalah penjelasan yang masuk akal untuk kasus-kasus ini. Sepertinya koinfeksi adalah kuncinya," kata Deirdre yang kebetulan tak terlibat dalam studi di atas.
BACA JUGA:Update Hepatitis Akut Indonesia : 11 Orang Meninggal Dunia
BACA JUGA:Sudah Ada 650 Kasus Hepatitis Akut Misterius, Yuk Waspadai 13 Gejala Utamanya
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.