“Pameran literasi yang digelar awal Agustus ini bukan hanya untuk para pecinta sejarah dan budaya Aceh saja, tetapi juga sangat layak dinikmati oleh generasi muda Indonesia terutama generasi muda Aceh,” katanya.
Kepala Museum Aceh, Mudha Farsyah menambahkan, pameran literasi tersebut merupakan kegiatan rutin Museum Aceh dalam rangka pemanfaatan, penyajian dan pengenalan berbagai buku sebagai bahan literasi warisan budaya bangsa kepada masyarakat dan generasi muda.
Pameran Literasi Sejarah dan Budaya Aceh 2022 dikemas dalam serangkaian kegiatan yaitu pameran koleksi buku dari berbagai perpustakaan selain Perpustakaan Museum Aceh, bazar buku dari berbagai penerbitan/toko buku, dan kajian literasi tematik yang berlangsung setiap harinya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ilmu pengetahuan sejarah dan budaya Aceh kepada masyarakat luas," ucap Mudha Farsyah.
(Rizka Diputra)