SUDAH menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk menggelar acara silaturahmi bersama sanak keluarga, handai taulan dan para tetangga sepulangnya beribadah haji.
Nah, mengingat masih pandemi dan angka kasus positif Covid-19 harian tengah melonjak kembali. Kementerian Kesehatan mengimbau para jamaah haji yang baru saja pulang, tiba di Indonesia untuk berhati-hati dalam mengadakan acara silaturahmi.
Juru Bicara Kemenkes, dr. Muhammad Syahril mengatakan, bagi jamaah haji yang hendak bersilaturahmi, sebaiknya menunggu hingga masa karantina mandiri di rumah selesai terlebih dahulu.
“Boleh (silaturahmi), setelah masa karantina mandiri di rumah (selesai),” kata dr. Syahril baru-baru ini.
Ia mengingatkan, saat acara silaturahmi berlangsung, diharapkan para jamaah dan semua orang yang terlibat tidak euforia berlebihan. Sebaiknya, hindari melakukan kontak fisik satu sama lain.
“Tetapi, cipika-cipiki, pelukan, cium tangan, itu sebaiknya dihindari dulu,” lanjutnya.
Senada dengan dr. Syahril, dr. Reisa Broto Asmoro meminta para jamaah dan semua orang di dalam acara tersebut tetap patuh menerapkan protokol kesehatan dasar 3 M (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan memakai air dan sabun).
"Memang pasti euforia melonjak, setelah kepulangan para jamaah haji ini. Ingin bersilaturahmi dengan keluarga dan lingkungan. Tentunya, ketika lakukan silahturahmi harus menerapkan prokes. Sebenarnya simpel banget kok, mulai dari 3 M saja yang simpel," pungkas dr. Reisa, dikutip dari Siaran Sehat di kanal YouTube RRI, Selasa (19/7/2022).
Sebagai informasi, begitu tiba di Tanah Air, setiap jamaah haji harus mengisi kartu kewaspadaan selama 21 hari ke depan setelah kepulangan. Gejala yang harus dilaporkan, bukan hanya infeksi Covid-19 tapi juga penyakit lainnya, seperti meningitis.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.