Angka kejadian efek samping pada kelompok penerima obat lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang menerima plasebo; gangguan indera perasa (0,3 persen), diare (1,6 persen), sakit kepala (1,3 persen), dan muntah (0,8 persen)," bunyi laporan BPOM dalam keterangan resminya.
Hasil uji klinis fase 2 dan 3 menunjukkan bahwa, pemberian Paxlovid bisa menurunkan risiko hospitalisasi dan kematian sebesar 89 persen pada pasien Covid-19 dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit dengan komorbid, sehingga infeksi tidak menjadi lebih parah.
BACA JUGA:Dokter di AS Timbang Kembali Gunakan Obat Paxlovid Pfizer untuk Pasien Covid-19, Kenapa?
Komorbid yang berkaitan dengan peningkatan risiko itu seperti orang lanjut usia, obesitas, perokok aktif, riwayat penyakit jantung, diabetes, hingga gangguan ginjal.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.