BELUM lama ini kembali muncul subvarian terbaru dari Omicron, yakni BA.2.75. Hadir sebagai subvarian Omicron, apakah BA.2.75 ini merupakan varian berbahaya yang patut diwaspadai dan punya karakter penularan yang begitu cepat?
Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, sampai saat ini belum ada bukti varian yang juga disebut-sebut dengan nama Centarurus tersebut lebih menular. Begitu juga dengan level keparahan yang serius.
"Belum ada bukti yang menunjukkan subvarian ini menyebabkan penyakit yang lebih serius ketimbang subvarian lainnya,” ujar Prof Zubairi dikutip dari akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Minggu (17/7/2022)
Ia menambahkan, dari beberapa ahli menyebut varian ini justru yang paling tak mematikan.
“Bahkan beberapa ahli menyebut BA.2.75 itu subvarian yang paling tidak mematikan," lanjutnya.