Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Barang Elektronik Dibawa ke Kabin Bisa Menjatuhkan Pesawat, Kok Bisa?

Nurul Fitriyah , Jurnalis-Senin, 18 Juli 2022 |05:00 WIB
Barang Elektronik Dibawa ke Kabin Bisa Menjatuhkan Pesawat, Kok Bisa?
Ilustrasi (Foto: Airline Reporter)
A
A
A

SEBUAH maskapai penerbangan asal Inggris, Ryanair memberi peringatan soal bahaya perangkat elektronik yang dibawa penumpang ke dalam kabin.

Sudah jadi hal umum, bila maskapai tak hentinya mengingatkan pentingnya aspek keselamatan pra-penerbangan kepada para penumpangnya.

Setelah penggunaan masker oksigen hingga cara memakai jaket pelampung diperagakan saat safety demonstration oleh pramugari, kini penumpang Ryanair betul-betul diawasi oleh awak kabin terkait perangkat elektronik mereka seperti iPad, ponsel, atau laptop karena bisa memicu bahaya.

“Jika perangkat Anda atau baterainya rusak, panas, mengeluarkan asap, hilang atau jatuh ke struktur kursi, harap segera beri tahu awak kabin," kata seorang pramugari, dikutip Mirror.

Maksud pesan yang disampaikan tak lain ialah demi menghindari terjadinya kebakaran selama penerbangan berlangsung. Peringatan berlaku untuk semua perangkat elektronik pribadi ditenagai oleh baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang termasuk penumpang yang membawa ponsel, laptop, dan iPad.

BACA JUGA: Dear Traveler, Ini Rahasia Agar Mendapat Pelayanan Spesial dari Pramugari
Infografis Bagian Terlarang oleh Penumpang Pesawat

Masalahnya, banyak orang membeli baterai dan pengisi daya murah di internet, tanpa mempedulikan standar keamanan. Sehingga, selalu ada potensi bahaya mereka dapat terbakar dalam proses cepat yang menakutkan yang disebut 'pelarian termal'.

Ini terjadi ketika satu sel dalam baterai memanas dan menghasilkan panas yang cukup sampai 900 derajat celsius untuk menyebabkan sel-sel yang berdekatan menjadi terlalu panas.

Hal ini dapat menyebabkan baterai lithium menyala berulang kali dan terbakar pada suhu tinggi dan sangat sulit dipadamkan.

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) menyatakan, kebakaran yang disebabkan oleh baterai lithium dapat menyebabkan kerusakan parah pada pesawat dan bahkan menjatuhkannya!

“Baterai berkualitas buruk atau palsu telah menjadi penyebab kebakaran di pesawat. Dalam beberapa tahun terakhir kami telah melihat semakin banyak insiden kebakaran yang melibatkan baterai lithium yang berpotensi menyebabkan hilangnya pesawat. Semua jenis baterai harus lulus uji ketat. Baterai yang tidak diuji seperti baterai palsu menimbulkan risiko signifikan terhadap keselamatan penerbangan," terangnya.

Selain itu, jika perangkat elektronik pribadi hilang di bawah kursi, mereka dapat hancur, yang dapat menyebabkan perangkat mengalami pelarian termal, dan membakar kursi.

CAA menambahkan; “Setiap kebakaran di dalam pesawat, terutama yang melibatkan baterai lithium, berpotensi menjadi bencana besar. Ada kejadian di mana insiden yang melibatkan baterai lithium terjadi di kabin penumpang. Oleh karena itu, penting bagi awak kabin untuk merespons dengan cepat," CAA menegaskan.

Setiap maskapai penerbangan punya prosedur sendiri untuk menangani bahaya ini, namun yang lebih aman ialah menggunakan kantong khusus penahan api baterai karena dirancang untuk menangani masalah dalam hitungan detik. CAA juga memperingatkan bahwa apa yang disebut 'tas bakar' ini harus benar-benar dapat mendinginkan dan menampung perangkat elektronik sebagaimana mestinya.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement