Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ajaib! Turis Inggris Lolos dari Maut Usai "Ditelan" Longsoran Salju

Nurul Fitriyah , Jurnalis-Kamis, 14 Juli 2022 |06:03 WIB
Ajaib! Turis Inggris Lolos dari Maut Usai
Turis Inggris berhasil selamat dari longsoran salju di pegunungan Kyrgyzstan (Foto: Twitter/@scotfoodjames)
A
A
A

SEORANG wisatawan asal Inggris mengabadikan momen longsoran salju yang mengerikan yang sedang meluncur ke arah grup turnya belum lama ini di pegunungan Tian Shan di Kirgistan.

Brit Harry Shimmin (26) memposting video ke instagram yang menggambarkan bagaimana kelompoknya yang terdiri dari 10 orang sedang mendaki melalui pegunungan Tian Shan ketika mereka mendengar suara retakan es yang dalam, sebelum melihat ke atas dinding salju yang meluncur ke arah mereka.

Sebanyak sembilan turis Inggris dan satu turis Amerika lolos dari maut setelah terjebak dalam longsoran salju besar yang disebabkan oleh runtuhnya gletser gunung.

Ditemani oleh seorang pemandu, para turis sedang mendaki gunung Tian Shan di Kyrgyzstan, ketika sebuah gletser jatuh di sisi tebing.

Semua orang dalam kelompok selamat dari longsoran salju meskipun seorang wanita terluka lututnya dan dibawa ke fasilitas medis terdekat. Shimmin adalah orang yang merekam saat longsoran es meluncur ke arahnya dan teman-temannya.

BACA JUGA: Demi Lihat Indahnya Istana Kota Terlarang, Wisatawan Rela Mendaki Puncak Jingshan di Tengah Hujan Salju
Infografis Gunung Tertinggi di Indonesia

“Kami baru saja mencapai titik tertinggi di trek dan saya berpisah dari rombongan untuk berfoto di atas tepi tebing. Saat saya mengambil gambar, saya mendengar suara es yang pecah di belakang saya. Saya berada di tepi tebing, jadi saya hanya bisa melarikan diri dari tempat penampungan,” ungkapnya menyitir Gulf Today.

“Seandainya kami berjalan lima menit lebih jauh dalam perjalanan kami, kami semua pasti sudah mati,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa dirinya telah melihat area berlindung tepat di sebelahnya. Namun, dengan sadar dia tidak langsung berpindah ke area itu, namun justru berpindah sampai ke detik terakhir.

“Ya, saya membiarkannya sampai detik terakhir untuk pindah, dan saya tahu akan lebih aman jika langsung pindah ke tempat penampungan. Saya sangat sadar bahwa saya mengambil risiko besar. Saya merasa memegang kendali, tetapi terlepas dari itu, ketika salju mulai turun dan menjadi gelap atau sulit bernafas, saya menghancurkannya dan berpikir saya mungkin akan mati,," kata Shimmin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement