Padahal RJP ini sangat berguna ketika kita menemukan orang yang mengalami henti jantung dan henti nafas. Dengan RJP, peluang keselamatan pasien akan lebih besar selagi menunggu penanganan medis yang lebih memadai di rumah sakit.
Metode kompresi dada secara langsung ditemukan efektif pada 1960. Sejak saat itu, RJP menjadi salah satu tindakan intervensi medis yang paling banyak dilakukan di seluruh dunia. Organisasi yang mengampanyekan pentingnya pengetahuan mengenai RJP pun bermunculan.
Organisasi-organisasi ini mengembangkan panduan klinis untuk menghadapi situasi darurat yang berkaitan dengan penanganan henti jantung. RJP pun menjadi kemampuan wajib para tenaga kesehatan di rumah sakit. Selain itu, banyak penelitian yang mengambil topik RJP demi mendapatkan bagaimana teknik yang paling efektif untuk mengatasi kondisi darurat.
(Dyah Ratna Meta Novia)