Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Berani Coba-Coba Diet Ekstrem, Ternyata Ini Dampaknya!

Siska Permata Sari , Jurnalis-Senin, 04 Juli 2022 |18:42 WIB
Jangan Berani Coba-Coba Diet Ekstrem, Ternyata Ini Dampaknya!
Podcast Aksi Nyata Perindo (Foto: YouTube Partai Perindo)
A
A
A

Jangan Coba-coba Diet Ekstrem, Apa Sih Dampaknya?

MEMILIKI berat badan yang ideal merupakan dambaan banyak orang. Hal itu penting bukan hanya untuk penampilan semata, tetapi juga demi menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, tidak heran bila sebagian orang memilih untuk melakukan diet khusus menurunkan berat badan. Sayangnya, ada saja orang yang memilih jalur untuk melakukan diet ekstrem demi menurunkan berat badan secara instan.

Podcast Aksi Nyata Perindo

Padahal, diet ekstrem dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Hal tersebut turut dibahas dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia pada Senin (4/7/2022).

“Diet ekstrem ini mungkin disebabkan oleh ketidaktahuan tentang pengetahuan gizi. Jadi, dia pikir diet itu tidak makan, padahal diet itu adaah makan sebenarnya,” kata General Practitioner/ Master of Science Human Nutrion, Dr Ferry C Wirawan, seperti dikutip dari siaran langsung di kanal YouTube Partai Perindo, Senin.

BACA JUGA : Makanan Diet Ekstrem para Member BTS, ARMY Mau Coba?

BACA JUGA : Demi Peran Gepeng, Bio One Rela Jalankan Diet Ekstrem

Dia mengatakan, efek samping diet ekstrem pun tak main-main. “Jadi, mungkin kalau kalori defisit parah, sampai tidak ada asupan nutrisi, kurang cairan, jadinya nanti dia bisa gulanya rendah atau hipoglikemia, tensinya rendah atau hipotensi, sampai akhirnya dia bisa kolaps juga, itu yang bahaya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada orang yang tidak termasuk obesitas atau overweight, idealnya turun sekira 0,5 sampai 1 kilogram per minggu. “Semakin besar atau semakin tinggi berat badan seseorang, itu penurunan berat badannya bisa lebih banyak di awal, dan itu enggak apa-apa. Tapi idealnya, orang turun berat badan tuh seminggu 0,5 sampai 1 kilogram, itu yang aman. Dan itu yang turun harus lemaknya bukan cairan tubuh atau massa otot tubuh,”jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement