Data SIPSN KLHK RI 2021 menunjukkan bahwa dari 154 kabupaten/kota se-Indonesia, 19,6% sampah dihasilkan dari kawasan perniagaan dan 16% dari kawasan pasar tradisional. Demi mendukung terwujudnya program Indonesia Bersih Sampah 2025, KLHK telah mengeluarkan Peraturan Menteri LHK RI no. 75 Tahun 2019 mengenai Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yang juga mencakup para pelaku usaha di bidang manufaktur, jasa makanan minuman, dan juga ritel.
“Industri makanan minuman serta pelaku bisnis kuliner seperti hotel dan restoran berperan penting dalam rantai pengelolaan kemasan. Tidak hanya itu, saat ini kita melihat adanya tren dari konsumen yang semakin menghargai para perusahaan yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Sebagai perusahaan penyedia jasa pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, Waste4Change mendorong partisipasi berbagai pihak dalam menyukseskan visi Indonesia Bersih Sampah 2025. Kami berharap langkah ini dapat semakin mengedukasi masyarakat, para pengusaha kuliner, dan pelaku industri tentang pentingnya mengelola sampah dengan bertanggung jawab”, tegas Bijaksana Junerosano, CEO Waste4Change.
“Marriott Business Council Jakarta bangga menjadi bagian dari program ini. Inisiatif ini merefleksikan portofolio hotel di Marriott Bonvoy Indonesia untuk berupaya mengurangi collective carbon footprint yang merupakan bagian dari sustainability goals 2025 kami. Dengan mendaur ulang kemasan jerigen bekas pakai, kami berharap dapat turut memberikan pengaruh yang lebih besar untuk strategi sustainability dari Marriott,” ungkap Lily Wijaya, General Manager of Aloft South Jakarta and the Co-Chair of Marriott Business Council Indonesia.

(Foto 2: Ki-Ka - Mira Buanawati, Head of Legal & Corporate Affairs Kraft Heinz Indonesia & PNG, Bijaksana Junerosano, CEO Waste4Change, Sinta Saptarina Soemiarno M.Sc, Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Steven Debrabandere, Managing Director Kraft Heinz Indonesia & PNG & Susanne Migchels, Marketing Director Kraft Heinz Indonesia & PNG)
Hal senada juga disampaikan oleh Beby Benazir, Group Director of Marketing & Communications at Aryaduta. “Aryaduta memiliki misi yang sama untuk menjalankan bisnis yang lebih sustainable dan mindful. Dua properti kami, yaitu Aryaduta Lippo Village dan Aryaduta Suites Semanggi, sangat senang dapat menjadi bagian dari inisiatif ini dan berharap kedepannya akan ada lebih banyak hotel yang berpartisipasi,” sambungnya.
Sementara, Sinta Saptarina Soemiarno M.Sc, Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sangat mengapresiasi hadirnya Program “JERRYGREEN” sebagai bentuk peran serta produsen dalam mendukung pemerintah mewujudkan pengelolaan sampah nasional terutama kegiatan pengurangan sampah kemasan berbasis ekonomi sirkular. Hal ini sejalan dengan Permen LHK Nomor P.75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
"Kami berharap inisiatif ini dapat menggerakkan upaya pengelolaan sampah kemasan yang berkelanjutan, khususnya diantara para pelaku industri makanan minuman serta para pengusaha hotel, restoran, dan cafe di tanah air. Harapan kami, para mitra hotel dan restoran yang terlibat dalam kolaborasi “JERRYGREEN” ini dapat segera menyampaikan dokumen perencanaan pengurangan sampahnya seperti yang sudah dilakukan oleh PT Heinz ABC Indonesia,” pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)