Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melebur Kulon Progo dengan Modernisasi ala Hotel Bintang 4+, Seperti Apa Jadinya?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 17 Juni 2022 |00:03 WIB
Melebur Kulon Progo dengan Modernisasi ala Hotel Bintang 4+, Seperti Apa Jadinya?
Salah satu kamar hotel di Kulon Progo, DIY (Foto: MNC Portal/Muhammad Sukardi)
A
A
A

KULON PROGO memang belum sepopuler Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tapi, kabupaten paling barat Yogyakarta yang kini sudah memiliki Bandara bertaraf Internasional itu punya 'harta karun' yang luar biasa.

Keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki Kulon Progo tak bisa Anda temukan di wilayah lain. Mulai dari spot wisata yang menawarkan pengalaman tak terlupakan, makanan khas nan lezat, hingga alamnya yang begitu indah memanjakan mata.

Meski punya potensi yang teramat besar, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito memastikan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri untuk bisa membesarkan Kulon Progo. Itu kenapa program Nusa Brata lahir dengan konsep kolaborasi.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri untuk membesarkan Kulon Progo, karena itu butuh dukungan dari pihak-pihak lain baik dari pemerintahan maupun swasta," terang Joko kepada MNC Portal.

Terbukanya pintu kolaborasi ini yang coba ditangkap oleh General Manager Grand Dafam Signature International Airport Yogyakarta (GDSIAY) Hengky Tambayong. Kolaborasi itu dihadirkan secara nyata di hotel bintang 4+ pertama yang ada di Kulon Progo tersebut.

BACA JUGA: Kulon Progo Berpotensi Jadi Pariwisata Kelas Dunia, Sayang Terbentur 2 Kendala Ini
Hotel Bintang 4 Kulon Progo

Berdasar pengalaman langsung MNC Portal, hotel tersebut secara sengaja ingin membawa pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Itu sudah terasa sejak di lobi dengan hadirnya joglo yang memperindah sisi-sisi bangunan.

Selanjutnya, kesan rumah juga terasa dari hangatnya pemilihan warna dan juga aroma. Tak berhenti di situ, hotel ini bahkan menyisipkan detail di banyak tempat terkait dengan Kulon Progo.

"Anda bisa temukan bentuk geblek, makanan khas Kulon Progo di karpet, tatakan kayu gelas di kamar, bahkan lukisan di dinding kamar. Tak hanya itu, motif batik Kulon Progo juga tersaji manis di beberapa sudut hotel," kata Hengky.

Keterlibatan Kulon Progo di dalam terciptanya hotel GDSIAY ini pun terlihat di kolaborasi UMKM lokal. Ya, air minum yang digunakan berasal dari produk air mineral yang dikelola warga Kulon Progo.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement