Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Pernikahan Adat dengan Biaya Termahal di Indonesia, Bisa Mencapai Miliaran!

Ahmad Haidir , Jurnalis-Selasa, 14 Juni 2022 |00:03 WIB
7 Pernikahan Adat dengan Biaya Termahal di Indonesia, Bisa Mencapai Miliaran!
Pernikahan Ria Ricis dan Teuku Ryan (dok Instagram)
A
A
A

PERNIKAHAN menjadi salah satu momen sakral dalam kehidupan yang untuk melaksanakan prosesinya, seringkali latar belakang individu seperti suku, agama, budaya dan adat akan mempengaruhi bagaimana upacara mengikat janji suci itu berlangsung.

Indonesia yang punya keanekaragaman status sosial tersebut juga sangat memperhatikan bagaimana prosesi pernikahan berjalan, dimana pernikahan adat masih banyak dilangsungkan hingga saat ini.

Pernikahan adat sendiri terkenal dengan kompleksitas upacara nya yang berdasarkan tradisi, sehingga tak jarang justru prosesinya menelan biaya yang jauh lebih besar daripada pernikahan modern mewah sekalipun. Penasaran? Berikut ini MNC Portal Indonesia sajikan daftar 7 pernikahan adat dengan biaya termahal!

1. Adat Minangkabau

Pernikahan dalam budaya masyarakat Padang ini punya serangkaian upacara yang kompleks seperti salah satunya adalah Manjapuik Marapulai, yaitu parade atau arak-arakan penjemputan pengantin laki-laki ke tempat pernikahannya. Besaran biaya yang harus disiapkan tentu tidak sedikit, apalagi jika jarak antara calon mempelai pria dan wanita jauh.

Itu belum menghitung uang mahar, katering, dekorasi dan sebagainya. Jika ditotal satu pernikahan adat Minangkabau sangat mungkin untuk menghabiskan angka ratusan juta rupiah.

Terlepas dari biaya, terdapat hal yang menarik dalam pernikahan adat Minang dimana pihak perempuan lah yang justru datang kepada keluarga laki-laki!

infografis

BACA JUGA:6 Tempat Wisata Dekat Sungai Aare Swiss, Lokasi Hilangnya Eril hingga Ditemukan Syahid di Bendungan

2. Adat Batak

Kelompok masyarakat asli di tanah Sumatra Utara ini terkenal sangat menjunjung tinggi adat dan budayanya. Pernikahan Batak termasuk salah satu yang termahal di Indonesia sebab beberapa tradisi seperti uang mahar khusus yang disebut sinamot. Besarannya tergantung dengan tingkat pendidikan dan pekerjaan dari mempelai perempuan, yang semakin tinggi tentu bisa semakin mahal.

Selain itu, kain ulos yang dipakai dalam pernikahan pun tergolong mahal harganya. Dan sebagai penanda status sosial, biasanya ulos yang diberikan untuk keluarga kedua mempelai adalah ulos yang terbaik dimana harganya tentu bisa mencapai puluhan atau bahkan ratusan juta. Itu belum prosesi lainnya ya!

3. Adat Nias

Suku besar selain Batak di kawasan Sumatra Utara ini juga menerapkan mahar tertentu yang mengacu kepada status sosial dan ekonomi seseorang. Sebagai gambaran betapa mahalnya pernikahan adat Nias, untuk prosesi lamaran saja seorang calon mempelai laki-laki harus mempersiapkan minimal 25 ekor babi yang mana 1 ekornya punya harga 1-2 juta-an di pasaran.

Menariknya jika seseorang calon mempelai laki-laki tidak bisa memenuhi persyaratan ‘wajib’ tersebut, mereka harus mengabdi kepada mertuanya sampai besaran mahar tersebut lunas!

4. Adat Banjar

Upacara pernikahan bagi suku yang berasal dari Kalimantan Selatan ini dikenal mahal karena prosesinya yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak tidak hanya dari keluarga dan orang sekitar tempat tinggal saja, namun juga biasanya para tokoh adat juga dilibatkan.

Jika ingin menikah dengan upacara adat Banjar juga harus menyiapkan biaya lebih yang itu diberikan di awal. Hal itu disebut Maatar Jujuran dalam Bahasa Banjar, yang mana uang tersebut nantinya digunakan untuk keperluan pesta pernikahan serta perlengkapan rumah tangga bagi kedua mempelai.

3. Adat Nias

Suku besar selain Batak di kawasan Sumatra Utara ini juga menerapkan mahar tertentu yang mengacu kepada status sosial dan ekonomi seseorang. Sebagai gambaran betapa mahalnya pernikahan adat Nias, untuk prosesi lamaran saja seorang calon mempelai laki-laki harus mempersiapkan minimal 25 ekor babi yang mana 1 ekornya punya harga 1-2 juta-an di pasaran.

Menariknya jika seseorang calon mempelai laki-laki tidak bisa memenuhi persyaratan ‘wajib’ tersebut, mereka harus mengabdi kepada mertuanya sampai besaran mahar tersebut lunas!

4. Adat Banjar

Upacara pernikahan bagi suku yang berasal dari Kalimantan Selatan ini dikenal mahal karena prosesinya yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak tidak hanya dari keluarga dan orang sekitar tempat tinggal saja, namun juga biasanya para tokoh adat juga dilibatkan.

Jika ingin menikah dengan upacara adat Banjar juga harus menyiapkan biaya lebih yang itu diberikan di awal. Hal itu disebut Maatar Jujuran dalam Bahasa Banjar, yang mana uang tersebut nantinya digunakan untuk keperluan pesta pernikahan serta perlengkapan rumah tangga bagi kedua mempelai.

5. Adat Bali

Salah satu kelompok masyarakat yang terkenal akan kelestarian adat dan budaya nya, orang Bali juga cenderung untuk menikah dengan tradisi mereka yang mana itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Prosesi pernikahan adat Bali membutuhkan banyak hal, misalnya saja pakaian khusus beserta segala aksesorisnya hingga sesajen yang harus disiapkan dalam jumlah yang cukup banyak.

Selain sakral, prosesi adat pernikahan Suku Bali juga mewah dan meriah. Sebagai gambaran, daun kelapa yang biasanya diginakan sebagai dekorasi harga reratanya mencapai Rp10 juta.

 infografis

BACA JUGA: Dear Traveler, Stasiun Gambir Kini Masih Layani Kereta Jarak Jauh 

6. Adat Sasak

Masyarakat asli Pulau Lombok ini juga termasuk salah satu pernikahan adat termahal di Indonesia, sebab untuk maharnya saja besarannya tidak hanya ditentukan dari status sosial saja melainkan juga menghitung berapa jauhnya domisili rumah calon mempelai pria dan wanita!

Selain itu prosesinya juga cukup menarik, dimana ada tradisi yang disebut memari yaitu proses tawar-menawar mahar.

7. Adat Bugis

Suku asli Sulawesi Selatan ini juga menjadi salah satu pernikahan adat yang paling menelan biaya. Sebagai informasi, uang mahar yant disebut Panaik yang harus dibayarkan oleh calon mempelai laki-laki untuk meminang calon mempelai perempuan itu jauh dari kata ‘sederhana’.

Bagi masyarakat Bugis, uang Panaik menentukan keseriusan dari calon mempelai laki-laki dalam mendapatkan si gadis untuk diperistri yang jumlahnya disesuaikan dengan beberapa faktor, yaitu garis keturunan si gadis, jenjang pendidikan, pekerjaan, bahkan ada juga yang menjadikan kecantikan si calon mempelai wanita sebagai penentu besaran uang Panaik.

Tak ayal apabila konon rerata biaya keseluruhan yang dihabiskan untuk melangsungkan pernikahan adat Bugis ini bisa mencapai miliaran!

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement