Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Cacar Monyet Sisakan Bekas Luka?

Pradita Ananda , Jurnalis-Sabtu, 11 Juni 2022 |07:00 WIB
Apakah Cacar Monyet Sisakan Bekas Luka?
Virus monkeypox (Foto: Reuters)
A
A
A

CACAR monyet tengah mengintai perhatian dunia saat ini, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Menurut CDC, saat ini sudah ada sekitar 1200 kasus di hampir 30 negara non-endemik.

Gejala cacar monyet sendiri mulai dari demam, sakit kepala, nyeri punggung dan otot, kedinginan dan kelelahan, dan, yang paling khas, yakni lesi ruam seperti cacar. Ruam ini biasanya muncul antara satu dan tiga hari setelah demam dan umumnya berkembang dari wajah ke seluruh tubuh sebelum akhirnya hilang setelah sekitar dua pekan.

Menariknya, tidak semua orang yang terinfeksi cacar monyet mengalami luka di sekujur tubuhnya, seperti orang yang terkena cacar air. Dalam beberapa kasus, pasien bisa saja hanya punya satu atau dua luka kecil.

Meskipun lesi ini umunya tidak gatal seperti cacar air, Andrea McCollum, tim epidemiologi poxvirus yang memimpin divisi patogen dan patologi konsekuensi tinggi CDC, mengatakan lesi cacar monyet ini umumnya terasa menyakitkan.

"Lesi itu sendiri sering digambarkan sebagai sangat menyakitkan dan gatal, terlepas ada di bagian mana di tubuh. Hanya selama fase penyembuhan, ada pengerasan kulit dan kulit beregenerasi sedikit,” kata Andrea.

BACA JUGA:Jerman Andalkan Vaksin Imvanex untuk Lawan Cacar Monyet

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement