BADAN Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sudah lebih dari 1.000 kasus cacar monyet dilaporkan di seluruh dunia. Kebanyakan dari kasus tersebut, berada di luar negara endemi seperti Afrika.
Cacar monyet sendiri belum memiliki obat, oleh karena itu agar tidak memperparah kondisi ketika terpapar, vaksin adalah jalan satu-satunya. Komite Penasihat Vaksin Jerman (STIKO) pun merekomendasikan individu berusia 18 tahun ke atas yang telah terpapar atau berisiko tinggi terinfeksi cacar monyet menerima vaksin Imvanev dari Nordic Bavaria.
Karena keterbatasan jumlah vaksin, STIKO memprioritaskan pemberian vaksin kepada mereka yang terpapar virus monkeypox dalam 14 hari terakhir. Upaya ini diharapkan bisa menekan penyebaran virus di masyarakat.
"Orang dewasa yang kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan orang-orang berisiko tinggi cacar monyet harus mendapat vaksin Imvanex ini," terang komite tersebut, dikutip dari Reuters, Jumat (10/6/2022).
Dijelaskan di sana siapa saja yang termasuk dalam kategori orang dengan risiko tinggi. Adalah pria yang berhubungan seks dengan pria dan juga staf laboratorium yang bekerja dengan sampel menular yang mengandung monkeypox.
Vaksin Imvanex diberikan dua dosis dengan interval 28 hari pada orang-orang yang sebelumnya tidak pernah mendapat vaksin cacar, sedangkan 1 dosis untuk mereka yang sudah pernah mendapat vaksin cacar sebelumnya.