Parahnya lagi, kata Ara, Maria justru diseret paksa dengan kekerasan bangsanya sendiri.
"Wajah Maria diinjak-injak, tubuhnya habis ikut terseret dalam penyiksaan. Maria teriak pun gak ada yang mehgiraukan. Sedangkan, orangtua Maria ini gak tahu anaknya dateng ke tempat ini," lanjut cuit Ara.
Tragedi inilah, kata Ara, yang membuat bangunan itu banjir darah hingga akhirnya disebut sebagai Taka Merah atau Toko Merah. Tak hanya di depan bangunan, darah-darah itu terus bercucuran di sekitar kali bak lautan darah.
Setelah selesai berkunjung ke Toko Merah, Ara mengambil potret di depan sebuah jendela besar. Dikatakan, sosok Noni Belanda itu juga ikut berfoto di belakangnya. Potret itu lantas diunggah Ara dalam thread sebagai bukti sekaligus memperkuat kisah pengalamannya bertemu Noni Belanda.
Belum berhenti di sana, Ara menjanjikan para pengikutnya akan melanjutkan thread Maria beberapa hari ke depan. Saat ini, dia mengaku sedang mendekatkan diri kepada Maria.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.