Bahkan, kata Dicky, kelompok gay ini menjadi sangat rentan karena mereka bisa melakukan hubungan seksual dengan 'stranger' atau orang yang sebelumnya tak dikenal. Ini membuat kelompok satu ini semakin rentan dan penularan bisa terjadi dalam waktu yang tidak lama.
Sementara itu, jika dilihat dari gejala, menurutnya ada kekhasan cacar monyet yang dialami kelompok pria homoseksual, hal ini diilihat dari gejala klinis tubuh pasien.
"Pada kebanyakan kasus pasien gay yang terinfeksi cacar monyet itu kemunculan lesi ada di anus dan alat genitalnya," tambah Dicky.
Namun di sisi lain, Dicky menegaskan dan mengingatkan bahwa cacar monyet ini bukanlah penyakit pria homoseksual atau gay. Cacar monyet bersifat universal, artinya semua orang punya risiko yang sama, baik itu pada perempuan bahkan pada anak-anak.
"Perlu ditekankan bahwa ini bukan penyakit gay. Penyakit ini bisa menyebar ke siapa pun, termasuk wanita dan anak-anak. Intinya, terjadi penularan virus lewat kontak dekat," tegasnya.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.