VIRUS Covid-19 disebut terus bermutasi. Bahkan sempat muncul berbagai varian seperti BA.1 (Delta) atau BA.2 (Omicron).
Ada juga masyarakat beranggapan jika varian BA.1 dan BA.2 tidak bermutasi (sifat struktur dan genetik virus) atau berkembang.

Namun, hal tersebut dibantah oleh Dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan bila varian Covid-19 pasti akan bermutasi.
Sifat virus yang bermutasi adalah normal, yang berkembang setiap bulannya. Bukti mutasi dari varian BA.2 ialah BA.4 dan BA.5 yang diduga turunan dari Omicron.
"Itu BA.4 dan BA.5 ada mutasi. Kalau ditanya ya masih, mutasi itu terjadi normal terjadi dua sampai empat genetik setiap bulannya akan tetap ada," papar Dr Fajri dikutip dalam akun Instagram pribadinya @drfajriaddai, Jumat (27/5/2022).
Menurutnya kemunculan varian lain Covid-19, diharapkan tidak dapat menimbulkan lonjakan hingga keterisian rumah sakit.
BACA JUGA:Masyarakat Dinilai Mulai Abaikan Covid-19, Ahli Kesehatan Beri Pesan Penting!
Dokter Fajri juga mengatakan jika perkembangan Covid-19 akan terus terjadi, meskipun tidak ada yang tahu kapan berakhirnya.
"Apakah dapat menyebabkan ledakan kasus? Ini semoga enggak, yang terpenting bukan mutasi. Tapi ada lonjakan kasus sampai rumah sakit terisi penuh akibat mutasi itu, jadi bagaimana lebih lanjutnya (kasus Covid-19)," jelasnya.
Sebelumnya, Dr Fajri mengatakan sejauh ini, BA.4 dan BA.5 belum bisa dipastikan sebagai varian berbahaya. Sebab, belum ada bukti penelitian yang menyatakan varian turunan dari Omicron (BA.2) berbahaya.
Namun, ia mengatakan jika varian ini kategori yang mudah menular, mengingat turunan dari Omicron.
"Merupakan turunan Omicron, sebenarnya sama saja karena sejauh ini belum berbahaya. Kalau cepat menular mungkin, sebab di Amerika belum menunjukkan bahwa ini berbahaya," tutur Dr Fajri.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.