MENGENAL penyebab cacar api penting agar kita tidak paranoid ketika terpapar oleh cacar. Perlu diketahui, cacar umum memang memiliki dua jenis, yakni cacar api dan cacar air.
Cacar api dan cacar air termasuk dua penyakit yang memiliki gejala hampir sama berupa ruam bintik kemerahan. Cacar api atau Herpes Zoster kerap disebut sebagai infeksi lanjutan dari cacar air.
Cacar api dapat sembuh dengan sendirinya kurang lebih 2 hingga 4 minggu. Meski begitu, para penderita tidak diperbolehkan menggaruk ruam kemerahan yang mengandung cairan. Lantas, apa yang menyebabkan cacar api? Bagaimana faktor resikonya? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Sama halnya dengan cacar air, cacar api juga disebabkan oleh virus varicella zoster. Ketika cacar air telah sembuh, virus varicella zoster tidak menghilang begitu saja melainkan berdiam di dalam sel saraf.
Virus varicella zoster dapat kembali aktif dalam beberapa tahun berikutnya saat sistem imun penderita melemah dan menyebabkan terjadi cacar api. Cacar api berbeda dengan cacar air lantaran tidak akan menular dari satu orang ke orang lain.
Hanya saja, penderita cacar api dapat menularkan virus varicella zoster pada orang lain, yang belum pernah mengalami cacar air. Virus ini dapat menyebar melalui kontak erat atau menyentuh lepuhan pada kulit. Namun, apabila lepuh ini ditutup atau telah membentuk koreng, virus ini tak akan menular lagi.