Ada beragam alasan yang membuat mata tertuju pada Bali. Pesona wisata Bali memang menggoda siapa saja. Pantai-pantai berpasir putih, dengan laut biru jernih berombak lembut, ditambah pepohonan kelapa di sekitar pantai menjadi impian banyak orang. Belum lagi pemandangan indah kawasan perbukitan, persawahan, hingga budayanya yang masih terjaga baik.
Tidak hanya memikat wisatawan lokal, pesona wisata Bali menjadi idola bagi wisatawan mancanegara. Selain karena magnet wisatanya, Bali juga dikenal sebagai lokasi perhelatan sejumlah event skala internasional karena memiliki infrastruktur dan fasilitas yang memadai. Salah satunya, pada tahun 2022 ini, Bali dipilih Pemerintah Indonesia sebagai lokasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Ini bukan kali pertama Bali menjadi lokasi pelaksanaan event dunia. Sebelumnya, telah digelar sejumlah acara bergengsi seperti Miss World 2013, International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeting 2018, dan yang terbaru adalah Global Platform for Disaster Risk Reduction.
Sementara itu, KTT G20 ini merupakan pertemuan 20 negara besar dunia dengan Presidensi Indonesia. Presidensi G20 yang diterima Indonesia dimulai dari 1 Desember 2021 hingga puncaknya pada 30 November 2022. Tema yang diangkat dalam KTT G20 ini adalah “Recover Together, Recover Stronger” atau “Pemulihan Bersama, Bangkit Bersama”.
Kawasan yang dipilih untuk perhelatan akbar ini adalah Nusa Dua. Di dalam kawasan Nusa Dua terdapat lebih dari 5.000 kamar hotel yang dapat mengakomodasi lebih dari 10.000 orang perwakilan dari berbagai negara. Fasilitas meeting, incentive, convention, & exhibition (MICE) di Nusa Dua juga cukup lengkap. Terdapat area pameran seluas sekitar 2.700 meter persegi, auditorium, dan hall atau aula utama berkapasitas ribuan orang.
Presidensi G20 Indonesia meliputi persiapan dan penyelenggaraan rangkaian pertemuan Presidensi G20 Indonesia pada 2021 dan 2022, yang terdiri atas pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, pertemuan tingkat Engagement Group, program Side Events, dan program Road to G20 Indonesia 2022.
Suvenir khas Bali
Perhelatan skala dunia tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia selaku tuan rumah. Bagi kawasan Bali, event internasional dapat turut mengangkat pamor Bali sebagai destinasi wisata yang semakin siap menerima kunjungan turis pascapandemi Covid-19.
Dalam perhelatan event dunia, yang mungkin tidak disadari banyak orang, ada pemberian suvenir untuk para peserta usai acara. Sepertinya sederhana, tetapi bagi masyarakat Bali dan Indonesia, suvenir yang mencerminkan tradisi khas Indonesia besar maknanya sebagai penanda keunggulan handicraft atau kerajinan tangan terampil orang Indonesia.
Dengan membawa suvenir, peserta yang berasal dari berbagai negara akan selalu mengingat #PesonaIndonesia. Selain itu diharapkan, peserta atau delegasi berbagai negara akan menceritakan tentang keunikan suvenir Indonesia ke orang-orang di sekitarnya ketika kembali ke negaranya.
Cara mendapatkan produk ekonomi kreatif khas Bali ini cukup mudah. Anda hanya tinggal mengunjungi pusat oleh-oleh, toko seni, atau pasar tradisional Bali seperti Pasar Sukawati. Selebihnya, Anda tinggal memilih barang-barang kerajinan yang disukai sebagai buah tangan. Jika Anda ingin mendapatkan rekomendasi lengkap mengenai produk ekonomi kreatif Bali dan daerah lain yang ada #DiIndonesiaAja, jangan lupa follow akun instagram @pesona.indonesia. Ada banyak referensi dan rekomendasi destinasi wisata dan ekonomi kreatif, selain itu Anda bisa ikutan Pesona Punya Kuis (PUKIS) untuk mendapatkan hadiah menarik berupa merchandise dan uang jutaan rupiah dari Wonderful Indonesia yang diadakan 2 minggu sekali di setiap bulannya.
Dari sekian banyak banyak hasta karya dari Bali, berikut ini adalah beberapa barang yang kerap dijadikan suvenir perhelatan dunia.
1. Kain Bali

(Foto : Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
Jenis kain yang dimaksud dengan kain Bali tidak hanya kain-kain pantai khas Bali yang berwarna-warni dan bahannya yang adem saat dikenakan. Bali juga memiliki jenis kain tenun tradisional yang diproduksi dengan alat tenun dan menggunakan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan.
Selain kain tenun, ada pula kain batik khas Bali. Ya, batik tidak hanya dimiliki masyarakat Jawa, tetapi di Bali pun ditemukan juga jenis kain berwarna-warni dengan motif batik khas Bali. Biasanya, kain tradisional ini kerap digunakan masyarakat Bali saat digelar upacara tradisional atau ketika sembahyang di pura. Untuk perhelatan KTT G20 ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara khusus telah memesan kain tenun Bali sebagai suvenir dari Desa Tenganan, Karangasem, Bali.
“Kemenparekraf memesan ratusan kain tenun untuk G20. Jadi, tahun ini sudah siap untuk dijadikan kenang-kenangan para pemimpin dunia G20,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.
2. Ukiran

(Foto : Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
Masyarakat Bali dikenal terampil dalam seni pahat dan ukir-ukiran. Perwujudan dari keahlian ini adalah beragam jenis hasta karya, seperti patung, hiasan dinding dengan ukiran, dan berbagai topeng.
Bahan pembuatannya tidak hanya kayu. Pemahat Bali bisa menggunakan bahan lain seperti batok kelapa dan bambu untuk membuat ukiran atau untuk menciptakan beragam jenis benda-benda unik. Misalnya, peralatan makan-minum dan gantungan kunci. Plakat dengan ukiran khas Bali pada pigura juga kerap menjadi suvenir untuk event internasional.
3. Kerajinan perak

Desain perhiasan perak yang unik menjadi ciri khas kerajinan tangan Bali (Foto : www.madhukara.com)
Anda juga bisa menemukan kerajinan perak khas Bali di daerah Ubud. Perhiasan perak seperti kalung, gelang, dan anting dengan motif ukiran khas Bali pastinya sangat cantik. Belum lagi terdapat kerajinan perak berbentuk pajangan rumah seperti miniatur alat transportasi yang dibuat penuh detail.
Suvenir yang terbuat dari perak ini tentunya bernilai cukup tinggi. Meskipun demikian, oleh-oleh berupa kerajinan perak khas Bali tentunya lebih bergengsi dan memiliki keindahan tersendiri.
4. Kebaya khas Bali

(Foto : Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
Pakaian tradisional Bali untuk perempuan adalah kebaya. Kebaya ini biasanya dikenakan saat sembahyang atau saat menghadiri upacara tradisional. Kebaya khas Bali identik dengan bahan brokat polos dan berwarna cerah. Meskipun demikian, ada juga kebaya putih dan kebaya modifikasi dengan sentuhan motif.
Ciri lain dari kebaya khas Bali adalah penggunaan selendang yang dililitkan di pinggang. Atau bisa juga selendang ini dijepit dengan bros. Inilah yang membedakan kebaya Bali dengan kebaya Jawa.
5. Lukisan

Berbagai lukisan keren karya seniman Bali yang sangat talented banyak menghiasai kawasan Ubud dan sekitarnya, sangat layak menjadi suvenir berkelas. (Foto: Barry Kusuma)
Tidak terhitung jumlah seniman kondang yang berasal dari Bali. Seakan-akan tangan orang Bali sengaja diciptakan untuk membuat karya seni. Lukisan khas Bali pun mudah ditemukan di berbagai lokasi sehingga Anda tidak perlu susah payah mencari.
Lukisan Bali biasanya mudah dikenali. Umumnya menggambarkan pesona pemandangan Bali, baik pantai atau persawahan yang indah. Namun, banyak juga lukisan yang menggambarkan kesenian khas Bali, seperti penari Bali atau budaya masyarakat Bali lainnya.
Tentunya kita patut berbangga akan kekayaan budaya dan hasta karya asli Indonesia. Meskipun tidak menghadiri perhelatan acara internasional di Bali, kita tetap bisa mendukung budaya negeri dan membantu perekonomian masyarakat setempat dengan #BeliKreatifLokal saat liburan di Bali.
Hal senada juga disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ia dalam keterangannya menyatakan "Penunjukan Indonesia sebagai presidensi G20 menunjukkan kepada dunia selain Indonesia dapat bertahan, Indonesia juga bisa mengambil peluang bahkan lebih kuat dalam menghadapi pandemi COVID-19," kata Sandiaga.
Rangkaian acara KTT G20 juga menjadi sarana memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan sektor parekraf Indonesia kepada dunia internasional. "Sehingga hal ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian Indonesia," katanya.
Terselenggaranya event berskala internasional seperti rangkaian KTT G20 mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia. Sehingga, perlu ada penguatan sumber daya manusia yang juga meningkatkan kontribusi masyarakat Indonesia dalam pelaksanaan KTT G20.
Selama Anda liburan #DiIndonesiaAja, ingatlah untuk selalu menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Agar liburan Anda aman dan nyaman. (WLD/VAL)
CM
(Fitria Dwi Astuti )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.