Pada dasarnya, kata Meity, game dapat menjadi hiburan dan bermanfaat jika ditempatkan sesuai porsinya. Misalnya, anak dapat belajar bahasa Inggris melalui game, koordinasi tangan dan mata, belajar kompetisi, menumbuhkan motivasi dan dapat menjadi proses belajar bagi anak.
Akan tetapi hal tersebut dapat terjadi, apabila orangtua memainkan perannya dalam pengawasan. Misal orangtua tahu game apa yang dimainkan oleh anak, mengecek apakah ada unsur kekerasan atau pornografi.
"Orangtua dapat mengkondisikan apakah game atau tontonan tersebut dapat bermanfaat bagi anak atau malah justru kebalikannya," terangnya.
Selain itu, orangtua harus melek informasi agar dapat mengimbangi anak yang perkembangan pengetahuannya terhadap teknologi semakin pesat dan cepat. Maka orangtua juga harus waspada terhadap kemajuan zaman yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak kelak nantinya.
(Helmi Ade Saputra)