Untuk mencari promo hotel ini, Anda memang perlu rajin-rajin mengintip penawaran dari aplikasi pemesanan hotel dan wisata seperti Traveloka, Tiket.com, Agoda, atau Booking.com. Bandingkan satu dengan yang lain karena terkadang promonya berbeda dan untuk mendapatkan harga yang termurah tergantung high season atau low season di setiap bulannya.
6. Perhatikan ulasan
Tidak kalah esensial adalah membaca review atau ulasan hotel. Hindari asal memilih hotel dengan sembarang karena promo berlebihan atau harganya murah tidak wajar tanpa membaca ulasan (review) dari tamu yang menginap sebelumnya. Seringkali ulasan terkait hotel dari tamu yang menginap sebelumnya sangat membantu dalam memberikan gambaran kondisi hotel yang sebenarnya.

Kembali Lagi Guest House & Villa bisa menjadi rekomendasi menginap Anda bersama keluarga atau pasangan yang butuh suasana seperti di rumah sendiri (Foto : www.kembalilagi.com)
7. Baca syarat-ketentuan
Ini terkadang dilupakan sejumlah orang. Padahal, membaca syarat dan ketentuan sangat penting ketika memilih hotel, terutama jika hotel memberikan diskon besar-besaran. Terkadang terjadi, ada fasilitas yang dikurangi ketika ada diskon tinggi, walaupun hal ini tak selalu. Contoh fasilitas yang dikurangi antara lain, tidak ada sarapan, tidak ada air conditioner, hotel tidak memiliki kolam renang, atau tidak dapat dibatalkan.
Mungkin memilih hotel sedikit membuat pusing karena pelayanan yang ditawarkan antar hotel mirip-mirip, bahkan untuk hotel budget sekalipun. Untuk lebih memudahkan, Anda bisa memakai panduan dalam memilih hotel dengan memastikan status sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, & Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Sertifikasi ini diberikan kepada usaha pariwisata, destinasi wisata dan produk pariwisata yang telah memenuhi standar Kemenparekraf untuk memberikan jaminan bagi wisatawan dalam pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
Pandemi telah mengajarkan kepada kita semua, terutama pada sektor pariwisata yang sangat terdampak. Oleh karena itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan di masa yang penuh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 ini, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia harus bangkit dengan mengedepankan pengembangan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan.
"Hal ini sesuai dengan trend pariwisata pascapandemi Covid-19 yang costumize, personalize, localize, dan smaller in size dengan menekankan aspek keamanan, kesehatan, konservasi bagi alam, budaya dan lingkungan, serta digitalisasi," kata Sandiaga.
Kemenparekraf saat ini tengah melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk, pengelolaan destinasi wisata, service and hospitality management, dan juga sumber daya manusia melalui upskilling, reskilling, serta penambahan skill baru baik secara daring maupun luring.