Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunjungan Wisata ke Tiga Gili di Lombok Melonjak, Turis Asing Lebih Dominan

Antara , Jurnalis-Selasa, 10 Mei 2022 |09:02 WIB
Kunjungan Wisata ke Tiga Gili di Lombok Melonjak, Turis Asing Lebih Dominan
Turis asing di Gili Trawangan, Lombok (Foto: Instagram/@gili.trawangan)
A
A
A

ANGKA kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara di kawasan tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai naik setelah dua tahun tertidur akibat dihantam pandemi Covid-19.

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB, Lalu Kusnawan mengatakan, kenaikan kunjungan wisatawan ke tiga gili atau saat ini dikenal dengan sebutan Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air) sudah di angka 40 persen sampai 60 persen.

"Itu 60 persennya wisatawan mancanegara dan 40 persen wisatawan domestik," ujarnya.

Ia mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Gili Tramena tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang membuka kembali penerbangan luar negeri masuk ke Indonesia, termasuk kebijakan pelonggaran aturan perjalanan sehingga mendorong wisatawan berlibur ke tanah air.

"Kalau melihat ada peningkatan pasti ada peningkatan angka wisatawan. Namun kalau melihat daya tampung di tiga Gili yang mencapai 7.000-an kamar, angka kunjungan itu masih kurang 40 persen. Sedangkan yang baru aktif penginapan baru ada 2.000-an kamar. Tetapi kalau kita ukur tetap naik bahkan cukup signifikan naiknya," terangnya.

Dirinya menyebutkan, jika melihat jalur masuknya wisatawan ke kawasan wisata tiga Gili, khususnya mancanegara kebanyakan berasal dari Bali yang masuk menggunakan Fastboat dari Pelabuhan Benoa, menuju empat pintu masuk pelabuhan di Trawangan, Meno, Air, dan Bangsal. Sedangkan, wisatawan domestik kebanyakan melalui bandara.

"Setiap hari itu ada 400-500 wisatawan mancanegara yang masuk dari Bali menggunakan Fastboat ke tiga gili dan bangsal," katanya.

Pihaknya memperkirakan kenaikan angka kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke tiga Gili akan terus berlanjut hingga Agustus 2022. "Intinya mulai akhir Mei, Juni, Juli dan Agustus naik," imbuh Kusnawan.

Disinggung apakah dengan meningkatnya kunjungan wisatawan memengaruhi tarif penginapan. Kusnawan menegaskan tidak ada, meski kondisi saat ini harganya sudah kembali normal.

Oleh karenanya, dirinya optimis pariwisata NTB khususnya di kawasan tiga Gili akan kembali bergairah seperti sebelum masa pandemi. Karena jika berkaca pada dua tahun sebelumnya atau "lowseaseon" saja bisa 500 sampai 1.000 orang wisatawan masuk ke tiga Gili.

"Ini akan dibuka secara bertahap dan pak Menteri Perhubungan berharap kondisi ini akan terus membaik," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement