Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebaran 2022, Intip Keseruan Tradisi Ngapungkeun Balon di Garut

Antara , Jurnalis-Rabu, 04 Mei 2022 |04:30 WIB
Lebaran 2022, Intip Keseruan Tradisi Ngapungkeun Balon di Garut
Tradisi Ngapungkeun di Garut (dok ANTARA)
A
A
A

SEJUMLAH warga memeriahkan Hari Raya Lebaran dengan menggelar tradisi "Ngapungkeun Balon" atau menerbangkan balon berukuran besar di lapangan terbuka Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Salah seorang pemuda perwakilan penyelenggara tradisi "Ngapungkeun Balon" Dwi Azhar Ramdan mengatakan pada momentum ajang silaturahmi di Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah menerbangkan empat balon dengan diameter sekitar 10 meter dan tinggi sekitar 6 meter.

"Semuanya ada empat titik, jadi tadi ada empat yang sudah terbang," kata Dwi.

Ia menuturkan tradisi yang sudah berjalan 20 tahun itu merupakan wujud kegembiraan masyarakat yang diselenggarakan di sejumlah tempat setelah menunaikan Salat Id.

infografis

BACA JUGA:Tradisi Ketupat dan Opor Jadi Menu Khas Lebaran, Ternyata Dikenalkan Sunan Kalijaga

Masyarakat setempat maupun warga luar kota yang mudik ke Garut, kata dia, menyambut antusias kegiatan menerbangkan balon di hari pertama Lebaran itu.

"Antusias warga alhamdulillah ramai kang, menjadi suguhan tontonan juga buat tamu yang datang ke Panawuan," katanya.

Dwi menyampaikan pembuatan balon tersebut dilakukan oleh kalangan pemuda, anak-anak Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Panawuan, serta masyarakat umum yang dilakukan secara gotong royong selama beberapa hari sebelum Lebaran.

Dalam kegiatan tahun ini, kata dia, warga Panawuan membuat 10 balon, setiap satu balonnya menghabiskan dana sekitar Rp1 juta yang diterbangkan secara bertahap tergantung kondisi angin di lapangan.

"Kalau semuanya se-Panawuan kurang lebih 10 balon, hari ini baru sebagian yang diterbangkan karena kendala angin," katanya.

Ia menyampaikan tradisi tahunan itu tidak hanya untuk hiburan, melainkan sebagai ajang silaturahmi masyarakat dengan berkumpul bersama saat Hari Raya Idul Fitri.

Balon tersebut, kata dia, dibuat dari kertas minyak yang direkatkan menggunakan lem, kemudian diterbangkan dengan tenaga angin dari tungku api di bawahnya.

"Balon ini diterbangkan, dilepas bebas saja," katanya.

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement