MELAKUKAN silahturahmi atau lebih sering disebut halal bihalal saat lebaran menjadi budaya dilakukan setiap orang di Indonesia.
Namun sejatinya ada beberapa hal harus, diperhatikan agar tetap, terjaga dan meminimalisir penularan Covid-19.

Menurut Dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan, menyarankan agar tetap protokol kesehatan.
"Tetap menjaga protokol kesehatan selama bersilaturahmi atau selama perjalanan mudik," tutur Dr Fajri.
Lebih lanjut, ia mengatakan kalau saat berkumpul memilih ruangan terbuka. Sebab sirkulasi udara lebih baik, dibandingkan di dalam ruangan.
Hal tersebut, dapat meminimalisir penularan Covid-19. Dia juga mengingatkan bila terpaksa harus di dalam ruangan, minimal memiliki dua lubang ventilasi udara/jendela.
"Silahturahmi tidak dipermasalahkan namun harus bisa meminimalisir penularan Covid-19," jelasnya
"Memperhatikan ventilasi udara yang baik, minimal dua lubang /Jendela dalam satu ruangan," tambah Dr Fajri
Sehubungan dengan itu, bila pelaku perjalanan mudik lebaran, juga harus memikirkan kesehatan keluarga. Dengan melakukan test antigen, dibandingkan PCR karena harga lebih terjangkau oleh masyarakat.
BACA JUGA:Maskapai Jual Harga Tiket Pesawat Mahal saat Lebaran 2022, Kemenhub Tindak Tegas
"Swab antingen sebelum dan setelah sampai di kampung halaman, agar memastikan diri tidak membawa virus," jelas Dr Fajri.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.