SEJUMLAH tempat wisata di Kabupaten Malang, Jawa Timur turut menjadi perhatian pengamanan selama libur lebaran 2022.
Sebab, berbagai tempat tempat wisata tersebut diprediksi akan diserbu wisatawan yang hendak menghabiskan masa libur lebaran di Malang.
Melihat potensi tersebut, kepolisian membuat pos pengamanan mudik di Kecamatan Bantur, yang difungsikan mengontrol keamanan dan ketertiban di tempat-tempat wisata yang banyak terdapat di sekitar lokasi posko.
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat mengatakan, di Kabupaten Malang setidaknya ada 13 pos pengamanan pariwisata khusus yang disiapkan pihaknya. Pos pengamanan itu di luar pos yang menjadi bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2022.
"Kami mendirikan 7 pos pengamanan dan satu pos pelayanan mudik 2022. Didukung pula dengan adanya 13 pos pengamanan tempat pariwisata," ucap Ferli.
Ia menambahkan, pendirian pos pengamanan pariwisata yang dikelola oleh dinas terkait ini diharapkan bisa memudahkan kepolisian untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
Dirinya memprediksi tahun ini sejumlah tempat wisata unggulan di Kabupaten Malang terutama di selatan Kabupaten Malang bakal diserbu wisatawan. Pembatasan yang dilakukan pemerintah pusat membuat mobilitas masyarakat meningkat.
"Kita tahu dua tahun terakhir pengelolaan tempat wisata mengalami penurunan jumlah pengunjung karena Covid-19, pada tahun ini mobilitas pengunjung tempat wisata diperkirakan akan meningkat," ucapnya.
"Untuk itu kita imbau di tiap-tiap pos pengamanan pariwisata disediakan himbauan protokol kesehatan Covid-19," tambahnya.
Pihaknya mengingatkan, agar masing-masing pengelola tempat wisata patuh dengan aturan protokol kesehatan (prokes) yang ditentukan pemerintah. Apalagi saat ini Kabupaten Malang masih masuk wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua karena faktor capaian vaksinasi.
"Khusus di tempat pariwisata kami sediakan hand sanitizer, masker gratis dan thermogun. Dan jika ditemukan masyarakat yang belum vaksin booster, kami akan sediakan gerai vaksin di pos pengamanan," jelasnya.
Pihaknya lanjut Ferli, bersama jajaran Forkopimda dan dinas terkait berkomitmen memenuhi berapapun dosis vaksin yang dibutuhkan masyarakat. "Berapa pun dosis vaksin akan kita upayakan terpenuhi untuk masyarakat, yang khususnya ingin melaksanakan vaksin booster," terangnya.
Guna mengantisipasi kerumunan di masing-masing tempat wisata, pihaknya bakal meningkatkan intensitas pengamanan dan patroli di beberapa tempat wisata, khususnya dalam rentang waktu H-7 lebaran hingga H+7 lebaran. "Khususnya di hari akhir pekan akan ditingkatkan intensitas pengamanannya," katanya.
Kapolres Malang juga memberi perhatian terhadap potensi adanya kepadatan lalu lintas di tiga pintu keluar tol yang berada di Kabupaten Malang. Oleh karenanya pihaknya juga terus berkoordinasi dengan jajaran Polresta Malang Kota terkait pengaturan lalu lintas, termasuk skema rekayasa lalu lintas yang nantinya kemungkinan besar bakal diterapkan.
"Kita memiliki empat exit tol, tiga di wilayah Kabupaten Malang dan satu di wilayah Malang Kota. Apabila debit kendaraan di exit tol tinggi, maka akan kami lakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan pengendara," tutup Ferli.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.