VARIAN BA.2.12 dan BA.2.12.1 disebut sebagai biang keladi melonjaknya kasus Covid-19 di beberapa negara bagian Eropa dan Amerika Serikat. Di New York sendiri, varian turunan dari Omicron tersebut mendominasi sekira 80 persen kasus Covid-19.
Hal ini tentu membuat khawatir tersendiri, karena ditakutkan ada gelombang baru setelah varian tersebut tersebar. Bukan tanpa alasan, varian tersebut diduga lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya. Diperkirakan, keduanya memiliki keunggulan pertumbuhan 23% – 27% di atas varian BA.2 asli yakni Omicron.
"Dibandingkan dengan varian BA.2 maka 2 varian baru ini, ternyata punya kemampuan tumbuh lebih dari 30-90 persen perminggu dibandingkan dengan virus BA.2," ujar Prof Zubairi kepada MNC Portal.
Selain itu, Prof Zubairi mengatakan bila varian BA.2.12. dan BA.2.12.1 merupakan turunan (sub-varian) dari varian BA.2 atau Omicron. Diketahui varian yang mudah menular dari varian sebelumnya. Menurutnya, kedua varian itu memiliki karakteristik tidak jauh berbeda dengan varian aslinya, yang menyumbang 80,6% dari infeksi Covid-19 di New York.
"kedua varian baru ini, mempunyai perkembangan ternyata lebih cepat di tempat tertentu. Kemudian, juga bisa tembus sistem imun jadi lebih muda menginfeksi orang," jelasnya