MENGETAHUI varian baru yakni Varian BA.2.12 dan BA.2.12.1 yang mendominasi kasus Covid-19 di Eropa, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM menjelaskan, kedua varian baru tersebut, lebih mudah menyerang sistem kekebalan tubuh (imunitas).
Prof Zubairi mengatakan, kedua varian terbaru itu turunan dari BA.2 'Omicron'. Nah, ternyata varian baru tersebut memiliki kemampuan tumbuh lebih dari 30-90 persen per minggu, dibandingkan dengan virus aslinya (BA.2).

"Kedua varian baru ini, mempunyai perkembangan ternyata lebih cepat di tempat tertentu. Kemudian, juga bisa tembus sistem imun jadi lebih mudah menginfeksi orang," kata Prof Zubairi.
Lebih lanjut, dia mengatakan, jika kedua varian ini, masih sangat kecil pengaruhnya untuk seseorang mengalami perburukan dari infeksi virus Covid-19.
Meskipun varian BA.2.12 dan BA.2.12.1 lebih mudah menular, menurut para ahli tidak akan mengungguli dari varian sebelumnya yaitu BA.1 atau Delta.
BACA JUGA: Varian BA.2.12 dan BA.2.12.1 Dominasi Kasus Covid-19 di Eropa, IDI: Mampu Menembus Imunitas
Prof Zubairi juga menambahkan kedua varian baru BA.2.12 dan BA.2.12.1 karena turunan dari Omicron (BA.2). Maka memiliki karakteristik tidak jauh berbeda dengan varian aslinya, di mana saat ini menyumbang 80,6% dari infeksi Covid-19 di New York.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.