Ia mengungkapkan konsep penataan Taman Sumber Wangi di sisi timur PCS dan Taman Sumber Umis di sisi barat PSC telah direncanakan sejak 2019.
Diawali pembangunan replika Patung Merlion. Hadirnya patung itu akan dikombinasikan dengan fasilitas arung jeram. Sungai di bawah Taman Sumber Wangi memang akan dijadikan lokasi wisata air berupa arung jeram nantinya ke barat hingga di Jalan Pandan. Sumber air arung jeram biasanya dari air mancur. Fungsi Patung Merlion inilah yang akan mengeluarkan air untuk mengairi arung jeram.
Kemudian replika Kabah, lalu replika rumah bergaya Tudor dua dimensi dan kini replika Menara Eiffel yang sedang tahap bangun.
"Harapannya agar banyak wisatawan berkunjung dan perekonomian di Kota Madiun bangkit serta semakin menggeliat," katanya.
Semakin cantik
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno mengungkapkan Taman Sumber Umis akan semakin cantik. Tahun ini Pemkot Madiun menganggarkan dana sekitar Rp3,9 miliar untuk menata kawasan tersebut.
Di sekitar replika Kabah yang berfungsi sebagai masjid itu akan ditambah payung dan ornamen lampu seperti di Madinah, Arab Saudi. Dengan tambahan fasilitas tersebut, diharapkan Kota Madiun juga dapat menjadi jujukan untuk menggelar manasik umrah maupun haji.
Pemkot Madiun membangun replika kabah di Taman Sumber Umis yang terintegrasi dengan Pahlawan Street Center Kota Madiun, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)
Pemkot juga sudah mencicil penataan tempat untuk sai, salah satu rangkaian ibadah haji dan umrah, di lorong pedestrian tembus ke Jalan Kalimantan.
Suwarno menyampaikan, penataan Sumber Umis dilakukan bertahap. Saat ini pembangunan replika Menara Eiffel mulai dikerjakan. Selanjutnya akan dibangun replika Big Ben dan kincir angin Belanda.
"Nantinya juga akan ada sentra UMKM. Untuk penataan lapak UMKM tersebut, akan ditentukan Wali Kota," kata Suwarno.
Menghadirkan replika ikon internasional di Kota Madiun, bukan berarti lupa ikon lokal. Pemkot Madiun sudah memiliki patung penjual nasi pecel di taman kota memasuki kawasan Pahlawan Street Center. Selain itu juga ada Tugu Pendekar di simpang proliman, serta logo-logo Kota Madiun di berbagai tempat.
Wali Kota Maidi menegaskan bahwa tidak ada program di kotanya yang dilakukan tidak atas kajian-kajian. Tujuannya adalah mempercantik Kota Madiun untuk menjadikannya kota jujukan wisata dan bukan transit. (*)
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.