Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Cara Mengatasi Ulu Hati Nyeri saat Puasa, Kuncinya di Makan Sahur dan Berbuka

Wilda Fajriah , Jurnalis-Selasa, 29 Maret 2022 |19:00 WIB
6 Cara Mengatasi Ulu Hati Nyeri saat Puasa, Kuncinya di Makan Sahur dan Berbuka
6 Cara Mengatasi Ulu Hati Nyeri saat Puasa (Foto: Healthline)
A
A
A

6 CARA mengatasi ulu hati nyeri saat puasa dalam artikel ini bisa Anda coba. Tidak makan dan minum untuk waktu yang cukup lama dapat membuat asam lambung meningkat tanpa disadari, begitu pula dengan nyeri ulu hati. Rasa haus, sakit kepala, dan berbagai masalah lain.

Nah, agar ulu hati dan masalah lain tidak timbul saat berpuasa, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan saat waktu berbuka puasa dan sahur, sebagaimana dilansir dari laman Khaleej Times pada Selasa (29/3/2022).

1. Minumlah segelas air adas-jahe sebelum dan sesudah makan

6 Cara Mengatasi Ulu Hati Nyeri Saat Puasa

(6 Cara Mengatasi Ulu Hati Nyeri Saat Puasa, Foto: Healthline)

Ini akan membantu meningkatkan pencernaan dan mencegah pembentukan gas. Adas, yang tinggi serat, dan jahe, dengan sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri yang tinggi, adalah cara yang bagus untuk mencegah masalah pencernaan seperti kembung, gas, dan keasaman.

BACA JUGA : Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini saat Sahur, Bikin Cepat Lapar dan Haus!

2. Kunyah permen karet bebas gula

Setelah makan, Anda dapat mengunyah permen karet bebas gula serta rasa non peppermint untuk membantu merangsang produksi air liur dan meningkatkan pencernaan lebih cepat, dengan meningkatkan pergerakan makanan dari lambung, ke usus kecil dengan cepat.

BACA JUGA : Mendadak Mageran saat Puasa, Awas Kolesterol Jahat Bisa Naik!

3. Makan seperti burung

Burung makan dengan porsi kecil dan interval kecil. Ini akan menghentikan Anda dari makan berlebihan dan juga mencegah refluks asam. Makan berlebihan dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut di kerongkongan.

4. Makan perlahan dan ambil gigitan kecil

Penting untuk memberi cukup waktu pada perut, memberi sinyal ke otak, dan menyadari kapan Anda kenyang. Menelan potongan besar makanan dapat meningkatkan produksi asam di perut, yang menyebabkan keasaman parah.

Mengunyah makanan Anda dengan baik juga dapat mencegah pembentukan gas. Jadi, pastikan Anda mengambil setidaknya 20 menit untuk menyelesaikan makanan Anda.

5. Jangan menikmati makanan yang digoreng setelah puasa Ramadan

Makanan yang tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat membuat Anda merasa mual dan tidak nyaman. Pada beberapa orang, makanan berlemak juga dapat menyebabkan diare.

Pilih makanan yang dipanggang, ditumis, atau cobalah untuk memiliki kandungan serat yang tinggi dalam makanan Anda, tepat setelah puasa.

6. Manjakan diri Anda dengan probiotik

Manjakan diri Anda dengan probiotik yang sehat untuk meningkatkan kesehatan usus Anda. Mulailah sahur Anda dengan satu cangkir yogurt proaktif rendah lemak, kefir atau miso, untuk membantu pencernaan.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement