Penerbangan baru-baru ini menunjukkan bahwa Airbus sedang melakukan upaya untuk memenuhi tujuan itu.
“Ini adalah contoh bagus lainnya dari industri penerbangan yang bekerja sama untuk mencapai sertifikasi 100 persen Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan pada tahun 2030,” jelas François Pfindel, Kepala Airbus A380 MAP dilansir dari Autoevolution.
Perusahaan menggunakan sekitar 27 ton Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan yang tidak dicampur untuk penerbangan ini. Pada 29 Maret, A380 akan melakukan uji terbang lagi, yang akan fokus pada kinerja bahan bakar saat lepas landas dan mendarat.
Setelah kampanye uji 100 persen Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan selama dua minggu ini, A380 MSN1 akan direnovasi dan diubah menjadi ZEROe Demonstrator, yang akan digunakan untuk menguji teknologi hidrogen yang inovatif.
“Bersama-sama, kami telah dengan jelas menunjukkan bahwa pesawat sebesar A380 dapat berhasil beroperasi pada SAF yang tidak dicampur,” kata François Pfindel.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.