"Karena itu, hadirnya Deltacron setelah dipelajari lebih lanjut, rekombinan ini diyakini tidak cukup mengkhawatirkan, terlebih kasusnya yang masih sangat kecil di seluruh dunia," tambah Prof Beri.
Di kesempatan tersebut, Prof Beri menjelaskan bagaimana Deltacron terbentuk. Jadi, secara sederhana dalam satu tubuh manusia, 2 varian Covid-19 masuk bersamaan, yaitu varian Delta dan Omicron.
Keduanya kemudian bermutasi di dalam sel dan akhirnya terbentuklah rekombinan tersebut. Dari satu orang tersebut, ternyata rekombinan itu mamu menyebar ke orang lain, tapi sekali lagi ditegaskan tidak mengkhawatirkan.
"Jumlah kasusnya belum banyak. Deltacron juga belum masuk dalam varian yang perlu diperhatikan maupun diwaspadai," terang Prof Beri.
BACA JUGA:WHO Masih Pantau Deltacron, Ahli Virologi: Masyarakat Harus Jaga Prokes
Lalu apa saja gejala seseorang kena Deltacron?