MANTAN Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, Deltacron merupakan varian baru gabungan BA.1 dan B.1617.2 yang telah memperoleh pengakuan dari otoritas berwenang di Inggris sebagai laporan yang sedang diawasi.
"Sekarang memang dilaporkan adanya varian hibrid Deltacron ini, yang disebut gabungan BA.1 dan B.1617.2. Di Inggris varian ini dimasukkan ke dalam variant surveillance report," kata Tjandra Yoga.

Di sisi lain, Maria Van Kerkhove dari WHO menjelaskan, varian tersebut tidaklah diharapkan, terutama dengan sirkulasi Omicron dan Delta yang intens. Dia juga mengatakan, di tempat-tempat di mana Deltacron telah terdeteksi, jumlahnya masih sangat rendah.
"Kami belum melihat perubahan dalam tingkat keparahannya. Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung," kata Maria Van Kerkhove.