Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Hari Bahagia Sedunia, Waduh Masyarakat Masih Jadikan Materi sebagai Ukuran Kebahagiaan

Wilda Fajriah , Jurnalis-Jum'at, 18 Maret 2022 |16:50 WIB
Jelang Hari Bahagia Sedunia, Waduh Masyarakat Masih Jadikan Materi sebagai Ukuran Kebahagiaan
Materi jadi ukuran kebahagiaan (Foto: Youtube Indra Kenz)
A
A
A

HARI Bahagia Sedunia diperingati setiap 20 Maret. Nah, Hari bahagia sedunia ini dirayakan untuk mengingat kembali berbagai hal-hal menyenangkan yang dialami manusia saat hidup.

PBB menggagas Hari Bahagia Sedunia dan sudah dirayakan sejak 2013. Ini juga dilakukan untuk membuat orang sadar pentingnya hidup bahagia.

 materi jadi ukuran kebahagiaan

Tapi sayangnya, sebuah survey yang dilakukan oleh Wall's Indonesia dalam The Happines Project menunjukkan, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia memiliki pandangan bahwa aspek-aspek materialistis menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap kebahagiaan mereka.

"Survei ini dilakukan dengan responden 2.143 orang, dan 81 persen dari mereka sudah memiliki anak. Ternyata semua orang ingin bisa bahagia, tapi mereka tidak mengetahui bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan," kata Psikolog Klinis Ratih Ibrahim pada webnar The Happiness Project, Jumat (18/3/2022).

Temuan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejak maraknya penggunaan media sosial, masyarakat berlomba-lomba untuk melakukan flexing alias pamer harta. Sehingga, secara otomatis terbenak bahwa seseorang bisa bahagia jika memiliki rumah yang bagus, pakaian mahal, mobil yang banyak, dan sebagainya.

Padahal, Ratih mengatakan, kebahagiaan datang dari bagaimana manusia memaknai hidupnya, serta nilai-nilai yang dijunjung dan diupayakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Namun, kebahagiaan nggak hanya datang dari pemaknaan hidup saja, tetapi juga melalui usaha, tindakan, aktivitas, dan rutinitas yang dilakukan sehari-hari untuk membuat hidup jadi lebih baik," paparnya.

Disisi lain, Ratih pun juga memberikan beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai kebahagiaan. Karena kabar baiknya, kebahagiaan itu bisa dilatih dan dipelajari lho. Jadi, belum ada kata terlambat buat kamu yang ingin banget merasa bahagia dalam hidupnya.

 BACA JUGA:Rutinitas Hidup yang Positif Bikin Bahagia di Tengah Pandemi, Dicoba Yuk!

"Upaya yang bisa dicoba untuk lebih bahagia seperti lebih dekat dengan keluarga, membuat tujuan hidup yang jelas, bekerja lebih keras untuk meningkatkan kualitas hidup, serta lebih sering memaknai hal-hal yang terjadi dalam hidup dengan lebih positif," tukasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement