HARI Bahagia Sedunia diperingati setiap 20 Maret. Nah, Hari bahagia sedunia ini dirayakan untuk mengingat kembali berbagai hal-hal menyenangkan yang dialami manusia saat hidup.
PBB menggagas Hari Bahagia Sedunia dan sudah dirayakan sejak 2013. Ini juga dilakukan untuk membuat orang sadar pentingnya hidup bahagia.

Tapi sayangnya, sebuah survey yang dilakukan oleh Wall's Indonesia dalam The Happines Project menunjukkan, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia memiliki pandangan bahwa aspek-aspek materialistis menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap kebahagiaan mereka.
"Survei ini dilakukan dengan responden 2.143 orang, dan 81 persen dari mereka sudah memiliki anak. Ternyata semua orang ingin bisa bahagia, tapi mereka tidak mengetahui bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan," kata Psikolog Klinis Ratih Ibrahim pada webnar The Happiness Project, Jumat (18/3/2022).
Temuan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejak maraknya penggunaan media sosial, masyarakat berlomba-lomba untuk melakukan flexing alias pamer harta. Sehingga, secara otomatis terbenak bahwa seseorang bisa bahagia jika memiliki rumah yang bagus, pakaian mahal, mobil yang banyak, dan sebagainya.
Padahal, Ratih mengatakan, kebahagiaan datang dari bagaimana manusia memaknai hidupnya, serta nilai-nilai yang dijunjung dan diupayakan dalam kehidupan sehari-hari.