KASUS positif Covid-19 di Indonesia perlahan menunjukkan penurunan dan mulai stabil. Meski demikian, pemerintah Indonesia belum berencana untuk melepas status pandemi menjadi endemi seperti yang dilakuakn banyak negara.
Meski demikian, dengan tren yang terus mengalami penurunan ini, ada kemungkinan pelonggaran aturan akan dilakukan pada bulan ramadan mendatang. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih perlu melakukan pengkajian lebih lanjut.
Pasalnya, meskipun sudah mengalami penurunan, tapi masih ada varian Omicron BA.2 atau "Son Of Omicron" yang lebih cepat menular dari sub-varian sebelumnya. Oleh karenanya, pemerintah akan melakukan pengetatan apabila, kasus varian SARS-CoV-2 BA.2 yang disebut sebagai 'Son of Omicron' mengalami peningkatan cukup signifikan di Indonesia.
"Ini tentunya masih dikaji kalau ada potensi peningkatan karena varian BA2," ujar dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid., Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes kepada MNC Portal, Kamis (17/3/2022)
Lebih lanjut, dr Nadia mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pelonggaran yang saat ini diterapkan. Diketahui aturan syarat swab antigen atau PCR ditiadakan untuk perjalanan domestik, baik darat, udara dan laut.
Namun sebagai syarat perjalanan masih berlaku bagi pelaku perjalanan domestik yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama dan belum mendapatkan vaksin Covid-19 karena kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid. Selain hasil negatif tes antigen dan PCR, pelaku perjalanan dalam negeri dengan penyakit komorbid wajib melampirkan surat keterangan dokter dari RS milik pemerintah.
Dia juga menegaskan untuk selalu melakukan monitoring dalam pelaksanaan sebuah aturan. Menurutnya, tidak perlu adanya pengetatan, apabila kasus terkendali. Perlu diketahui, sejauh ini jumlah kasus varian BA.2 terdata 363 kasus lebih rendah dibandingkan varian BA.1.
"Kita terus monitor kalau dinilai aman walau. Jumlah kasus bertambah, kita tidak perlu melakukan pengetatan," jelasnya
"Varian BA.2 terdata 363 lebih rendah dibandingkan varian BA.1," kata dr Nadia dalam YouTube Kemenkes.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.