Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Australia Siap Anggap Covid-19 bak Flu Biasa, Bagaimana Indonesia?

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 16 Maret 2022 |12:35 WIB
Australia Siap Anggap Covid-19 bak Flu Biasa, Bagaimana Indonesia?
Australia siap anggap Covid-19 bak flu biasa (Foto: Popular science)
A
A
A

SAAT ini banyak negara mencoba berdamai hidup berdampingan dengan virus corona. Australia dilaporkan mulai memasuki fase kehidupan baru.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menyebutkan para pemimpin politik di Australia menginginkan Australia bergerak maju ke fase yang baru dengan menganggap pandemi Covid-19 layaknya penyakit flu biasa, seperti dikutip NDTV.

 flu

Akhir pekan lalu, satu hari setelah rapat dengan kabinet nasional negara bagian dan para pemimpin federal, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa Australia telah membahas pemindahan ke "Fase D" dari rencana respons pandemi nasional.

"Bandara sudah kami buka lagi, kedatangan internasional bisa masuk, sekarang ada keringanan karantina untuk orang yang kembali, jadi kita sebenarnya sudah berada di Fase D," kata PM Scott.

Dari keterangan PM Scott, para pemimpin di negara Kanguru tersebut sudah berkeinginan untuk membatalkan persyaratan isolasi untuk kontak erat kasus positif Covid-19 dan akan mencari saran lebih lanjut tentang ini dari panel ahli kesehatan.

“Kami yakin kami sebagian besar berada di fase D sekarang, ada beberapa pengecualian untuk itu. Fase D, perlu diingat, berarti hidup berdampingan dengan virus seperti flu," tambah PM Scott.

Sementara itu, agak kontras dengan pernyataan PM Scott. Dari aspek segi kesehatan masyarakat, diketahui pejabat kesehatan di New South Wales, negara bagian terpadat di Australia malah sudah menyuarakan kekhawatiran mereka terkait peningkatan penyebaran mutasi terbaru Omicron, BA.2.

Para pejabat kesehatan menilai, sub-varian BA.2 tersebut bisa membuat angka kasus positif harian Covid-19 melonjak dua kali lipat pada akhir bulan Maret mendatang, jika dibandingkan dari catatan angka terbaru saat ini, sekitar 15.000 kasus.

Sementara itu, Indonesia sampai saat ini masih belum siap menuju endemi. Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama mengatakan, rencana pemerintah untuk mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi sebaiknya menunggu cakupan vaksinasi di Indonesia mencapai 100 persen.

 BACA JUGA:Turun 1.100, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 18.552

"Kita tidak bisa lagi bilang (vaksinasi) cuma 70 persen sesuai target. Kalau mau ke arah sana ya harus semua divaksinasi," kata Bayu.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement