Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stakeholder Pariwisata Sambut Gembira Kebijakan Turis Asing Masuk Bali Bebas Karantina

I Gusti Bagus Alit Sidi , Jurnalis-Minggu, 06 Maret 2022 |09:26 WIB
<i>Stakeholder</i> Pariwisata Sambut Gembira Kebijakan Turis Asing Masuk Bali Bebas Karantina
Pesona Desa Wisata Penglipuran, Bali (Foto: Instagram/@dartha_muggle)
A
A
A

PENERAPAN kebijakan bebas karantina dan pemberlakuan kembali layanan Visa on Arrival (VoA) bagi pelaku perjalanan luar negeri maupun wisatawan mancanegara masuk bali yang diberlakukan terhitung mulai senin 7 Maret 2022 mendapat apresiasi dari berbagai stakeholder pariwisata di Bali.

Dua kebijakan tersebut dinilai menjadi solusi tepat mempercepat pemulihan pariwisata di Pulau Dewata.

Maklum saja dalam kurun dua tahun pandemi Covid-19 di Bali mengalami keterpurukan ekonomi yang sangat masif sebagai dampak ditutupnya kedatangan wisatawan mancanegara maupun rute penerbangan internasional.

Sebelumnya, demi mempercepat kebangkitan industri pariwisata Bali, langkah agresif dilakukan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster dengan mengeluarkan kebijakan membebaskan syarat karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri maupun wisatawan mancanegara yang masuk Bali melalui jalur udara maupun darat mulai besok.

Spot Berburu Kerajinan Tangan di Bali

Pelaku perjalanan luar negeri maupun wisatawan kini cukup menunjukkan hasil swab PCR negatif dan juga telah melakukan vaksinasi lengkap atau booster.

Sesuai usulan Gubernur Koster, rapat koordinasi dengan pemerintah pusat akhirnya memutuskan pemberlakukan kebijakan tanpa karantina dan layanan VoA bagi pelaku perjalanan luar negeri di mulai 7 Maret 2022.

Penghapusan syarat karantina dan pemberlakuan kembali Visa on Arrival bagi pelaku perjalanan luar negeri yang datang dari 23 negara dinilai sangat memudahkan calon wisatawan untuk berkunjung ke Bali.

Pasalnya, tidak dibutuhkan sponsor atau penjamin seperti untuk memperoleh visa kategori b211a atau business essential visa yang selama ini menjadi syarat kedatangan ke Bali yang dianggap sangat memberatkan bagi pelancong luar negeri.

"Ini akan membawa angin segar perubahan untuk menuju kebangkitan pariwisata Bali," ucap Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali, Wayan Puspanegara.

Menurutnya, kedua kebijakan itu memberi optimisme baru serta peluang percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali.

Jika berjalan sesuai rencana, diprediksi di tahun 2022 pariwisata Bali bisa kembali pulih dan tumbuh pesat. Sehingga pada 2024 diharapkan sektor pariwisata Bali kembali menjadi penopang perekonomian di Pulau Dewata.

"Kami sependapat diberlakukan cepat demi kepastian hukum. Ini yang kita tunggu sebenarnya," pungkas Wayan.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement