"BA.2 diketahui resisten terhadap beberapa pengobatan, termasuk sotrovimab atau antibodi monoklonal yang saat ini dipakai untuk melawan Omicron," kata peneliti dilaporkan CNN Health, beberapa waktu lalu.
"BA.2 adalah virus yang lebih buruk daripada Omicron dan mungkin dapat menular lebih cepat dan menyebabkan penyakit yang lebih buruk," terang dr Daniel Rhoads, kepala bagian mikrobiologi di klinik Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.
Ia menjelaskan bahwa BA.2 ini sangat bermutasi dibandingkan dengan Covid-19 origin yang pertama teridentifikasi di Wuhan, Tiongkok. Varian ini juga diketahui memiliki lusinan perubahan gen yang berbeda dari Omicron dan ini membuatnya spesial dari virus sebelumnya.
Bahkan, dalam laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) per 22 Februari 2022 dijelaskan bahwa varian BA.2 bisa menginfeksi orang yang sudah terpapar Omicron.
"Sudah ada laporannya bahwa orang yang pernah terinfeksi BA.1 (varian Omicron) terinfeksi lagi BA.2 setelahnya," ungkap laporan WHO. Namun, beberapa studi menilai juga bahwa orang yang pernah terinfeksi BA.1 memberikan perlindungan dari serangan BA.2 meski dalam waktu terbatas.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.