Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan dari Kebijakan Pemerintah, Menkes Budi Ungkap Syarat Pandemi Jadi Endemi

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 24 Februari 2022 |19:42 WIB
Bukan dari Kebijakan Pemerintah, Menkes Budi Ungkap Syarat Pandemi Jadi Endemi
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

VARIAN Omicron memang telah menyebabkan banyak kasus Covid-19 di berbagai negara mengalami lonjakan drastis. Tapi, lantaran gejala yang disebabkan oleh varian Omicron tergolong ringan, banyak negara yang akhirnya menganggap pandemi telah berakhir.

Sejumlah negara di Eropa pun melonggarkan aturan protokol kesehatan Covid-19, bahkan memperbolehkan masyarakatnya tidak lagi menggunakan masker. Hal ini didasari dari hasil prediksi ahli kesehatan dunia, yang menyebut pandemi Covid-19 akan segera bertransformasi menjadi endemi.

Prediksi tersebut bukan tanpa alasan. Ada beberapa indikator yang meyakinkan ahli kesehatan dunia, termasuk menurunnya angka kasus Covid-19 serta tingkat vaksinasi tinggi. Langas, bagaimana dengan kondisi pandemi di Indonesia? Apakah memungkinkan bagi pemerintah untuk segera melonggarkan protokol kesehatan Covid-19?

Terkait hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dirinya tidak dapat memastikan kapan pandemi Covid-19 berakhir atau setidaknya bertransformasi menjadi endemi.

"Jujur saya tidak tahu dan tidak bisa memberikan prediksi. Saya lihat banyak sekali ahli-ahli kesehatan di dunia yang bikin ramalan. Tapi tidak ada satupun yang tepat. Padahal background mereka dari unicersitas ternama seperti Harvard. Dan ramalan-ramalan itu sudah ada sejak 2 tahun lalu," terang Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menjadi keynote speaker di acara MNC Forum - LXIII (63rd), Kamis (25/2/2022).

Lebih lanjut Menkes Budi mengatakan, pandemi Covid-19 justru tidak bisa dihilangkan. Ambil contoh kasus virus Spanyol hingga virus polio yang masih ada hingga saat ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement