Mitos Operasi Caesar
Rizka menambahkan, mitos persalinan secara caesar banyak sekali. "Mitos operasi caesar yang paling umum beredar ketika sebelumnya melahirkan caesar, proses persalinan selanjutnya si ibu tidak lagi bisa melahirkan secara normal. Nah, ini yang tidak tepat. Karena kembali lagi ke kondisi si ibu," ungkapnya.
Terdapat empat faktor yang menentukan metode persalinan. "Kondisi yang menentukan proses persalinan secara normal ataukah harus caesar dapat dilihat dari faktor 4P," lanjutnya.
Baca juga: Ashanty Ceritakan Detik-detik Jelang Aurel Hermansyah Melahirkan
Adapun faktor 4P yang dimaksud Rizka yaitu Power yang artinya kekuatan ibu mengejan, kontraksi rahim. Lalu Passage (dari ibu) yang artinya kondisi jalan lahir ibu, ukuran panggul ibu, jalan lahir/mulut rahim. Kemudian Passanger (dari bayi) yaitu kondisi bayi, ukuran bayi, plasenta. Selanjutnya Psikologi yaitu kecemasan dan kesiapan menghadapi persalinan.
"Metode persalinan secara caesar bisa terjadi ketika anak pertama lahir lewat dari Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang telah ditentukan, ketuban pecah dini, atau janin dalam posisi sungsang. Yang mana ketika hamil anak kedua semua kasus tersebut tidak dialami kembali dan ibu minimal memenuhi faktor 4P tersebut serta tidak ada faktor penyulit yang lain, maka kemungkinan besar si ibu dapat melahirkan anak kedua secara normal begitu juga seterusnya," terangnya.
Baca juga: Anak Aurel Hermansyah Disebut Bayi Mahal, Begini Tanggapan Ashanty
Namun, Rizka menyampaikan apabila si ibu tidak bisa memenuhi salah satu faktor tersebut (4P) atau ada faktor penyulit yang lain, maka kemungkinan dokter atau bidan akan tetap menyarankan untuk melakukan persalinan secara caesar.
"Karena yang terpenting si ibu bisa melahirkan dengan selamat dan bayinya terlahir dalam keadaan sehat," pungkasnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.